Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan kesempatan kepada pegawai yang tidak siap mengikuti reformasi di lingkungan BGN untuk mengajukan perpindahan ke instansi lain.

Langkah ini diambil agar pembenahan organisasi berjalan lebih cepat dan memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> Pembiayaan Samir Tembus Rp2,3 Triliun, Tumbuh 84% Berkat Ekspansi UMKM

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono usai memimpin rapat perdana bersama jajaran BGN di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, percepatan reformasi hanya dapat dilakukan apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama terhadap perubahan.

"Kalau merasa berat ya saya minta mungkin beberapa orang di posisi boleh mengajukan surat misalnya dia mau kembali ke instansi lain, atau dia mau pindah atau apa, saya persilakan," ujar Sudaryono.

Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan bentuk tekanan kepada aparatur BGN. Organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang siap bergerak cepat untuk memperbaiki tata kelola lembaga.

"Karena kita ingin bergerak cepat, efektif, efisien," katanya.

Reformasi Sistem Kerja BGN

Sudaryono menjelaskan pembenahan yang dilakukan tidak hanya menyasar struktur organisasi, tetapi juga sistem kerja di lingkungan BGN.

Ia ingin seluruh proses berjalan transparan dan tidak lagi bergantung pada individu tertentu.

Budaya kerja yang mengandalkan kedekatan personal harus diakhiri. Seluruh pengambilan keputusan nantinya akan mengacu pada mekanisme dan sistem yang jelas.

>>> Sudaryono Janji Benahi Tata Kelola MBG dan Dukung Investigasi Hukum

"Yang tadinya gelap harus jadi terang, yang tadinya mungkin nggak transparan harus transparan.

Yang tadinya mungkin manual, tergantung sama person-person, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus by system, trust in system," tegasnya.