Platform Pindar Samir mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun pada semester I 2026. Angka ini meningkat 84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Samir Handy Juniandri menyebut pertumbuhan itu ditopang oleh ekspansi pembiayaan produktif kepada pelaku UMKM, terutama di luar Pulau Jawa.

>>> Sudaryono Janji Benahi Tata Kelola MBG dan Dukung Investigasi Hukum

Jumlah peminjam juga naik 13% secara tahunan.

Handy menegaskan bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring penguatan tata kelola dan mitigasi risiko.

"Kami percaya pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan dan perluasan ke luar Jawa," ujarnya.

Sebaran Pembiayaan dan Pendanaan

Pulau Jawa masih mendominasi portofolio Samir dengan porsi 69%. Sumatra menyumbang 17%, sementara Kalimantan dan Sulawesi mencatat pertumbuhan yang semakin merata.

>>> Uji Akurasi 3 Pelacak Kebugaran: Fitbit, Pixel Watch, dan Whoop

Di sisi pendanaan, Samir telah menggandeng 11 institutional lender, termasuk tiga bank: PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.

Handy mengatakan keterlibatan perbankan mencerminkan kepercayaan terhadap tata kelola dan mitigasi risiko perusahaan.

Ke depan, Samir akan memperluas pembiayaan produktif di berbagai wilayah dengan fokus pada UMKM.

>>> Samsung Galaxy Z Fold 8 Gratis di AT&T dengan Tukar Tambah Ponsel Tertentu

Langkah ini diharapkan memperluas akses pembiayaan formal dan mendorong pemerataan inklusi keuangan di luar Jawa.