Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun tiga fokus utama dalam pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah. Langkah ini diambil agar program berjalan lebih terarah, optimal, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono.

>>> Koridor Industri Semarang Raya Makin Dilirik Investor, Colliers: Bukan Lagi Jual Lahan, Tapi Bangun Ekosistem Bisnis

Ia mengungkapkannya dalam Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (POKJA LIKS) Tahun 2026 di kantor OJK.

Dicky menjelaskan bahwa tiga fokus tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

>>> PT DKV Printing Indonesia Resmikan Pabrik di KEK Kendal, Pasok 400 Merek Global

Selain itu, upaya ini juga bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.

Pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi perekonomian masyarakat. OJK berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan sektor keuangan syariah di Indonesia.

>>> Tak Terpengaruh Tarif Naik, 300 Orang Ajukan Lepas Status WNI

Melalui POKJA LIKS, OJK melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi yang efektif. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.