Penjualan mobil baru di China mengalami penurunan terburuk sejak 2021.

Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan pengiriman kendaraan penumpang turun 20,2% pada paruh pertama tahun ini, dengan total 8,7 juta unit.

>>> Polestar Tak Banding Larangan Penjualan di AS, Volvo Dapat Pengecualian

CPCA memperkirakan total penjualan mobil penumpang tahun ini mencapai 20,4 juta unit. Angka itu turun 14% dibandingkan 2025 yang mencapai 23,7 juta unit.

Namun, analis dari Citic CLSA, Xiao Feng, memperkirakan penurunan bisa lebih dalam, yakni 20% dari tahun lalu.

Ia juga memprediksi penjualan kendaraan energi baru (termasuk plug-in hybrid dan baterai listrik) hanya turun 5-6% tahun ini.

Mobil Bensin Jadi Penyebab Utama

Penurunan penjualan mobil secara keseluruhan sebagian besar disebabkan oleh kendaraan bermesin bensin (ICE). Pada Juni, penjualan ICE turun 39% year-on-year dan menyumbang 78% dari total penurunan pasar.

>>> Mercedes G550 Modifikasi Alibaba Laku Rp2,6 M, Jauh di Bawah Modal

Kenaikan harga minyak akibat konflik di Iran menjadi salah satu pemicu.

Selain itu, pemerintah China mengurangi dukungan untuk kendaraan listrik, sementara biaya litium dan harga chip yang dibutuhkan mobil listrik juga meningkat.

Prospek Pemulihan dan Konsolidasi

Feng memperkirakan permintaan konsumen akan pulih kuat tahun depan, didorong oleh lonjakan ekspor produsen mobil China.

Ia juga memprediksi hanya akan ada tujuh atau delapan perusahaan EV besar yang bertahan pada 2030.

>>> Cadillac Batalkan Rencana EV, Kembali Produksi XT6 Bermesin Bensin

Merek asing diperkirakan akan kesulitan bersaing dan banyak yang mungkin hengkang dari pasar China.