Polestar memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas larangan penjualan mobil baru di Amerika Serikat setelah tahun model 2027.

Keputusan ini berbeda dengan Volvo yang berhasil mendapatkan pengecualian dari pemerintah AS.

>>> Mercedes G550 Modifikasi Alibaba Laku Rp2,6 M, Jauh di Bawah Modal

Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS bulan lalu menyatakan tidak akan mengizinkan Polestar menjual mobil baru di negara itu setelah tahun model 2027.

Alasannya adalah kepemilikan dan teknologi perusahaan yang berasal dari China.

Polestar sebenarnya memiliki opsi untuk menentang keputusan tersebut dan mendorong pejabat pemerintah untuk memberikan pengecualian seperti yang diberikan kepada Volvo.

Jika gagal, mereka bisa mengajukan gugatan ke pengadilan.

Namun, Polestar memilih untuk tidak mengambil langkah tersebut.

Juru bicara Polestar Michael Ofiara mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa perusahaan akan fokus pada pasar di mana mereka memiliki posisi merek yang kuat dan kemampuan untuk mencapai pertumbuhan yang menguntungkan, dengan bobot yang besar di Eropa.

Tahun lalu, Polestar hanya menjual 5.747 kendaraan di Amerika Serikat, meskipun Polestar 3 dan Polestar 4 adalah mobil yang sangat baik.

Dengan angka yang tipis itu, AS hanya menyumbang 6 persen dari penjualan global perusahaan.

Dampak pada Dealer

Keputusan ini berdampak buruk bagi 32 dealer Polestar di AS.

>>> Cadillac Batalkan Rencana EV, Kembali Produksi XT6 Bermesin Bensin

Banyak dealer yang juga menjual mobil Volvo telah menghabiskan jutaan dolar untuk membangun fasilitas bagi merek yang berfokus pada kendaraan listrik ini.

Salah satu pemilik dealer, Matthew Haiken, mengatakan kepada WSJ bahwa ia telah menginvestasikan "jutaan" dolar untuk dealer Polestar baru di East Hanover, New Jersey, namun terpaksa menghentikan pembangunan bulan lalu ketika larangan pertama kali diumumkan.