Penjualan Honda di China terus merosot dalam lima tahun terakhir. Dari puncak 1,62 juta unit pada 2020, angka penjualan tahun lalu hanya mencapai 640.000 unit.

Meski menghadapi penurunan drastis, Honda tidak berniat meninggalkan pasar China.

>>> Aston Martin Vanquish 25: Hanya 50 Unit Edisi Spesial V12

Perusahaan Jepang itu justru memperpanjang kemitraan joint venture dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) selama 10 tahun ke depan.

Kemitraan Honda dan GAC telah berlangsung sejak 1999. Selama periode tersebut, mereka telah memproduksi lebih dari 11 juta kendaraan.

Perpanjangan kontrak ini akan membuat joint venture tersebut bertahan hingga 2038. Honda optimistis dapat bersaing di tengah perubahan lanskap otomotif yang cepat.

Tantangan di Pasar China

Penurunan penjualan Honda tidak terlepas dari pergeseran preferensi konsumen China. Pembeli lokal kini lebih memilih merek domestik yang menawarkan mobil berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

>>> Nissan Z Nismo 2027 Hadir dengan Transmisi Manual dan Harga Lebih Mahal

Tahun lalu, total penjualan Honda di China hanya 640.000 unit. Sebanyak 340.000 unit berasal dari joint venture dengan GAC, sisanya dari Dongfeng.

Untuk membalikkan keadaan, Honda perlu menghadirkan model dengan harga kompetitif dan teknologi mumpuni.

Pada 2024, mereka meluncurkan seri EV Ye di China, termasuk P7 yang diproduksi melalui GAC dan S7 dari Dongfeng.

Namun, model-model tersebut belum cukup menarik bagi konsumen China. Honda harus menyiapkan generasi berikutnya yang lebih sesuai dengan selera pasar.

>>> Laporan: Cadillac Siapkan Penerus CT5-V Blackwing, Nasib V8 dan Manual Masih Misteri

Seorang juru bicara Honda menyatakan bahwa perpanjangan kemitraan ini dilakukan untuk menilai lingkungan bisnis. Pasar otomotif China bergerak sangat cepat, sehingga diperlukan komitmen jangka panjang.