Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi membantah narasi darurat begal yang beredar di media sosial, termasuk peta yang membagi wilayah Kota Bandung dalam kategori kerawanan merah, kuning, dan hijau.

"Peta itu bukan dari institusi kepolisian.

>>> Sutradara Fallout: New Vegas Nilai RPG Harus Paksa Pemain Buat Keputusan Sulit

Saya akan sepenuhnya menjaga Kota Bandung setiap jengkal wilayahnya dengan menghadirkan Polri," kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (21/7).

Ia mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi isu kejahatan jalanan yang viral. Polisi telah mengantisipasi dengan patroli rutin di jam-jam rawan.

Dedi tidak menampik adanya kejadian begal di Bandung. Namun, ia menyebut ada kecelakaan lalu lintas dan pembunuhan yang dinarasikan sebagai begal oleh oknum masyarakat.

Pada hari yang sama, Mapolrestabes Bandung merilis 19 tersangka kejahatan jalanan yang diamankan selama Juli 2026. Mereka terjerat total 15 kasus.

>>> STARGLOW Rilis Single Baru 'Drivin' My Life' Sambut Musim Panas

Rinciannya, delapan kasus pencurian kendaraan bermotor dan enam kasus pencurian dengan kekerasan. Polisi juga mengamankan berbagai senjata tajam dan 11 unit kendaraan bermotor.

Dedi menegaskan tidak semua laporan masyarakat tentang kejahatan jalanan mengandung kebenaran. Contohnya, ada remaja yang mengalami kecelakaan tunggal lalu mengaku dibegal karena enggan pulang.

Ia memastikan kondisi Kota Bandung saat ini aman dan kondusif. Masyarakat dipersilakan beraktivitas seperti biasa.

>>> Lipatan Layar Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra: Masih Terlihat?

"Kami imbau warga Bandung tidak perlu resah atau cemas, baik warga lokal maupun yang akan berlibur ke Bandung," pungkas Dedi.