Kemenhut Bongkar Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
Tim gabungan Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, dan BKSDA mengamankan delapan orang yang diduga menambang ilegal di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Tampa, Gunung Prabu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat tentang kendaraan yang berulang kali mengangkut karung berisi material batu dari sekitar Gunung Prabu.
>>> Kapolrestabes Bandung Bantah Peta Kerawanan Begal, Pastikan Jaga Setiap Jengkal Kota
Petugas kemudian melakukan pemantauan di lokasi yang diduga menjadi titik bongkar muat.
Mereka menemukan aktivitas pemindahan material dari perahu kayu ke dump truk dan kendaraan pikap di pesisir Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Setelah kendaraan meninggalkan lokasi, tim melakukan pembuntutan dan penyekatan hingga berhasil menghentikan kedua kendaraan di Desa Ketara, Kecamatan Pujut.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan ratusan karung material batu yang diduga mengandung emas.
Dalam operasi tersebut, tim mengamankan delapan orang, 157 karung batu mengandung emas, satu unit dump truk, satu unit kendaraan pikap, serta barang bukti lainnya.
Dwi menegaskan pengungkapan ini menunjukkan dugaan adanya jalur pengangkutan material tambang dari kawasan konservasi melalui laut dan darat.
>>> Sutradara Fallout: New Vegas Nilai RPG Harus Paksa Pemain Buat Keputusan Sulit
Material diduga diangkut menggunakan perahu kayu dari sekitar lokasi penambangan, kemudian dipindahkan ke kendaraan darat untuk dibawa menuju lokasi lain.
Penyidikan kini diarahkan untuk mengungkap seluruh rantai kegiatan, mulai dari pengambilan material di kawasan konservasi hingga pihak yang menerima dan memperoleh manfaat dari hasil tambang tersebut.
Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti diserahkan kepada Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara untuk menjalani proses hukum.
Update Terbaru
Penjualan Mobil China Terburuk Sejak 2021, Bukan karena EV
Kamis / 23-07-2026, 02:00 WIB
Magomed Ankalaev Ingin Cicipi Kopi Indonesia, Siap Bertarung di UFC Abu Dhabi
Kamis / 23-07-2026, 01:59 WIB
Komisi II Rahasiakan Calon Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Kamis / 23-07-2026, 01:58 WIB
Fitur Olahraga Pro Baru Galaxy Watch Ultra 2: Lacak Trail hingga Menyelam
Kamis / 23-07-2026, 01:58 WIB
AT&T Tawarkan Samsung Galaxy Z Fold 8 Gratis untuk Pelanggan
Kamis / 23-07-2026, 01:58 WIB
10 Warna Kutek yang Bikin Tangan Glowing untuk Kulit Sawo Matang
Kamis / 23-07-2026, 01:58 WIB
25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos
Kamis / 23-07-2026, 01:58 WIB
6 Rekomendasi Parfum Aroma Maskulin dari Brand Lokal, Harga Mulai Rp200 Ribuan
Kamis / 23-07-2026, 01:58 WIB
Kisah Sudaryono dan Nanik S Deyang: Dipisahkan Jabatan, Disatukan Prabowo
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
Cara Daftar Face Recognition KAI untuk Boarding Tanpa Tiket di 22 Stasiun
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
MBG Bakal Rakus seperti Pacman, Sudaryono: Tak Ada Lagi Mandi Susu hingga Buang-buang Wortel
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
16 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Semuanya Pernah Dikumpulkan Prabowo di Sentul
Kamis / 23-07-2026, 01:36 WIB
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 dengan Chip Snapdragon Wear Elite
Kamis / 23-07-2026, 01:35 WIB
Perusahaan AI Sembunyikan Utang Raksasa di Luar Neraca
Kamis / 23-07-2026, 01:21 WIB







