Kazuma Kaneko, seniman veteran yang dikenal lewat karyanya di seri Shin Megami Tensei dan Persona, mengonfirmasi bahwa proyek gim berikutnya tidak akan menggunakan kecerdasan buatan generatif.

Pernyataan ini muncul setelah kritik pemain terhadap gim Tsukuyomi: The Divine Hunter yang dirilis pada 2025.

>>> Blue Archive Update Tsuchinoko: Siswa Baru, Event Cerita, dan Hadiah Terbatas

Gim tersebut menampilkan karya seni kartu yang dihasilkan AI dan mendapat tanggapan beragam.

Kaneko memberikan pembaruan tersebut sebagai tanggapan kepada penggemar di X (sebelumnya Twitter). Ia mengonfirmasi bahwa ia sedang menyiapkan proyek baru di pengembang gim seluler COLOPL.

Menurut terjemahan oleh Automaton, Kaneko menjelaskan bahwa meskipun gim sebelumnya menggunakan sistem AI, ia secara pribadi tidak mengandalkan AI generatif untuk membuat ilustrasinya sendiri.

“Meskipun saya ikut serta dalam pengembangan gim yang menggunakan mekanisme AI, saya tidak menggunakan AI untuk karya seni saya sendiri,” ujar Kaneko.

Kaneko Kembali ke Karya Seni Tradisional

Sebelum bergabung dengan COLOPL, Kaneko menghabiskan puluhan tahun di Atlus.

Ia menjadi salah satu seniman paling dikenal di industri melalui desain iblis untuk Shin Megami Tensei, Persona, dan kemudian Metaphor: ReFantazio.

Ia juga berkontribusi pada seri seperti Devil May Cry 3 dan Zone of the Enders: The 2nd Runner.

Menjelang peluncuran Tsukuyomi: The Divine Hunter, Kaneko mengakui bahwa penggunaan AI memberikan lebih sedikit keuntungan dari yang diharapkan.

>>> The Elder Scrolls Online Hentikan Web Crown Store Akibat PHK Xbox

“Sejujurnya, lebih cepat bagi saya untuk menggambarnya sendiri dari awal hingga akhir,” katanya.

Gim tersebut melatih model AI-nya menggunakan karya seni yang dibuat Kaneko selama di COLOPL, bukan ilustrasi Atlus sebelumnya.