Amazon Luncurkan Robot Gudang Proteus dengan Perintah Bahasa Percakapan
Amazon meluncurkan robot gudang terbaru yang dapat menerima perintah melalui bahasa percakapan sehari-hari. Robot otonom bernama Proteus ini dirancang untuk memindahkan barang di area pergudangan.
Versi awal Proteus telah beroperasi sejak 2022 di pusat pemenuhan pesanan Amazon.
>>> Nova Arianto Tegaskan Timnas U19 Indonesia Siap Hadapi Semifinal Piala AFF U19 2026
Robot tersebut mampu memindahkan kereta dorong dengan beban hingga 400 kilogram dan kini tersebar di 25 pusat di Amerika Serikat.
Model terbaru Proteus dijadwalkan mulai masuk ke pasar Eropa pada paruh pertama tahun 2027. Peluncuran ini bertepatan dengan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di internal perusahaan.
Amazon telah merumahkan 14.000 karyawan korporat pada Oktober dan berencana memberhentikan 16.000 pekerja tambahan.
CEO Andy Jassy menyebut integrasi AI akan mengurangi tenaga kerja korporat dalam beberapa tahun ke depan.
"Kita akan butuh lebih sedikit orang untuk beberapa pekerjaan saat ini dan lebih banyak untuk jenis pekerjaan lain," tulis Jassy dalam memo.
Ia memperkirakan pengurangan total tenaga kerja korporat dalam beberapa tahun.
Fenomena serupa terjadi di sektor teknologi global. Microsoft, Salesforce, dan IBM juga melakukan ribuan PHK terkait efisiensi AI pada 2025.
Sepanjang tahun tersebut, AI memicu lebih dari 50.000 PHK di Amerika Serikat.
>>> Juventus Jajaki Opsi Tukar Pemain demi Rekrut Alexander Sorloth
Namun, manajemen robotika Amazon melihat adopsi teknologi ini dari sudut pandang berbeda.
Tye Brady, Kepala Ahli Teknologi Amazon Robotics, mengatakan investasi di robotika justru menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan.
Menurut Brady, kombinasi investasi SDM, program peningkatan keterampilan, dan mesin pintar akan menstimulasi lapangan kerja baru.
Ia mengklaim perekrutan Amazon di AS selama satu dekade terakhir merupakan salah satu yang terbesar.
John Boumphrey, Wakil Presiden Amazon Inggris dan Irlandia, menyatakan implementasi robotika mewajibkan perusahaan merekrut lebih banyak staf.
"Pengalaman kami dengan robot justru meningkatkan jumlah lapangan kerja, bukan sebaliknya," ungkapnya.
Perdebatan dampak jangka panjang otomatisasi masih bergulir.
>>> Aset Dana Pensiun Tembus Rp 1.690,64 Triliun per April 2026
Laporan Citi memproyeksikan populasi robot AI akan melampaui pekerja manusia, mencapai 1,3 miliar unit pada 2035 dan 4 miliar unit pada 2050.
Update Terbaru
Baca Preview Lookism Chapter 618 Bahasa Indonesia, Wow! Langsung Diburu Pembaca
Kamis / 23-07-2026, 23:40 WIB
Baca Online Lookism Chapter 617 Bahasa Indonesia Kapan Rilis
Kamis / 23-07-2026, 23:05 WIB
Nonton Film Sihir Tanah Kubur (2026) Ddi Bioskop Bukan LK21: Teror Ilmu Hitam dari Makam Wurung yang Mengguncang
Kamis / 23-07-2026, 20:00 WIB
Nonton Dan Download Film Juminten Edan (2026) di Bioskop Bukan LK21: Siap Mengungkap Teror Trauma Masa Lalu!
Kamis / 23-07-2026, 19:00 WIB
Momen Haru Akad Nikah Nathalie Holscher dan Aripat, Nasihat Menohok Ustaz Syam Soal Nafkah Halal Bikin Terenyuh
Kamis / 23-07-2026, 18:53 WIB
Manga Kusunoki's Flunking Her High School Glow-Up Diadaptasi Jadi Anime TV
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FC Cincinnati Kembali ke MLS, Hadapi Vancouver Whitecaps
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
Jadwal dan Bocoran Fitur Free Fire Advance Server OB55
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
FF Kipas VIP Proxy 2026: Risiko Banned dan Pencurian Data Akun Free Fire
Kamis / 23-07-2026, 18:50 WIB
400+ Nama ML Keren, Aesthetic, dan Penuh Makna untuk Mobile Legends
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
Pemadaman Listrik 2 Hari: Rencana Darurat Saya Terbukti Efektif
Kamis / 23-07-2026, 18:49 WIB
60 Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat dan Pengertiannya
Kamis / 23-07-2026, 18:47 WIB







