Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan ekosistem sastra digital di Indonesia melalui pemanfaatan media kreatif. Langkah ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap karya sastra nasional.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Jogaswara, menekankan pentingnya adaptasi sastra dengan medium baru.

>>> 5 Rekomendasi Mobil Bekas 7 Seater di Bawah Rp100 Juta

"Sastra harus beradaptasi dengan medium baru agar bisa menjangkau masyarakat luas," ujarnya.

Pendekatan kreatif ini sudah diterapkan oleh komunitas sastra di Kepulauan Aru. Meski berada di wilayah terpencil, mereka membuktikan kreativitas mampu menjaga keberlangsungan sastra dan memperluas jangkauan pembaca.

Peran Teknologi Digital dan Industri Kreatif

Sastrawan Joshua Igho menambahkan bahwa teknologi digital dan industri kreatif membuka ruang baru bagi perkembangan sastra. Pemanfaatan berbagai platform dinilai efektif untuk melakukan transformasi.

"Musikalisasi puisi dan adaptasi karya ke film atau animasi bukan hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memperkaya interpretasi," jelas Joshua Igho.

Ia mencontohkan popularitas karya Sapardi Djoko Damono yang meningkat setelah dialihwahanakan ke musik dan film.

>>> Brasil Ditahan Imbang Maroko pada Laga Pertama Piala Dunia 2026

Platform digital seperti Instagram, YouTube, dan podcast juga memperkuat penyebaran sastra lewat format audio, video, serta visual.

Joshua Igho menyoroti perlunya pengembangan audiobook di Indonesia. Hal ini untuk meningkatkan inklusivitas akses, terutama bagi penyandang disabilitas netra.

Menurut BRIN, keberhasilan transformasi ini memerlukan ekosistem yang kokoh. Regulasi yang berpihak pada kebudayaan Indonesia dan pertumbuhan industri kreatif dalam negeri menjadi faktor penting.

Sinergi antara peneliti, sastrawan, dan komunitas kreatif diharapkan memicu inovasi baru.

>>> Pengguna Super App Livin' by Mandiri Tembus 40,3 Juta hingga Mei 2026

Upaya kolektif ini ditargetkan memperkuat posisi sastra Indonesia, merangkul generasi muda, dan menegaskan identitas budaya bangsa di ranah digital.