Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan sesi pertama, menguat 5,03 persen ke level 6.309.

Sentimen positif dari perkembangan geopolitik global, terutama kabar perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi pendorong utama gairah pasar.

>>> Aktivis Rohingya Noor Azizah Dikecam Usai Pidato Singgung Indonesia, Malaysia, Thailand

Aksi beli terjadi merata di seluruh sektor, dengan saham berbasis komoditas sebagai motor utama reli.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memimpin penguatan dengan kenaikan 24,5 persen, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melonjak 17,8 persen.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menguat sebesar 15,7 persen.

Sektor perbankan berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks turut mengalami reli.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 7,6 persen, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 5 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertambah 4,2 persen.

Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau, dengan sektor bahan baku dan energi mencatat kenaikan tertinggi.

>>> Pantai Gading Kalahkan Ekuador 1-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG dibuka di area 6.118,73 dan bergerak menguat sepanjang sesi pertama.

Indeks sempat menyentuh angka tertinggi di 6.313,80, dengan posisi terendah pada level 6.118,08.

Dominasi tekanan beli terlihat jelas dengan 660 saham menguat, berbanding terbalik dengan 86 saham melemah dan 70 saham stagnan.

Aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau ramai dengan volume perdagangan mencapai 33,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp 17,20 triliun dari 1,93 juta kali transaksi.

Kenaikan tajam indeks ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp 11.043,89 triliun.

>>> Sinergi Kebijakan Perkuat Kepercayaan Investor terhadap Ekonomi Indonesia

Optimisme ini sejalan dengan pergerakan sejumlah bursa saham utama di Asia yang menguat pada perdagangan siang.