Investor asing mencatat aksi jual bersih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp179,47 miliar pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Senin (15/6/2026).

Aksi lego ini terjadi di tengah lonjakan harga saham BUMI yang melesat 15,29 persen ke level Rp181 per saham.

>>> BCA Tutup Sementara Kantor Cabang saat Libur 1 Muharram 1448 H

Volume penjualan asing mencapai 1,02 miliar saham BUMI berdasarkan harga rata-rata sesi I, menurut data Bursa Efek Indonesia yang dilansir Stockbit Sekuritas.

Situasi ini membalikkan tren pada perdagangan Jumat sebelumnya, ketika asing mencatatkan beli bersih dengan nilai net buy mencapai Rp53,22 miliar.

Pada akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup melonjak 12,14 persen ke posisi Rp157 per saham, setelah bergerak dari harga pembukaan Rp144 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp162.

Aktivitas perdagangan kumulatif mencatat sebanyak 8.836 miliar saham BUMI ditransaksikan dengan frekuensi 137,1 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp1.563 triliun.

Rekomendasi Teknikal CGS International

CGS International Sekuritas Indonesia dalam analisis teknikalnya untuk perdagangan Senin (15/6/2026) memprediksi target harga terdekat saham BUMI di kisaran Rp162 sampai Rp167 dengan titik penopang harga di level Rp152.

>>> Lamine Yamal Pulih dari Cedera Hamstring Jelang Laga Piala Dunia 2026

Lembaga sekuritas tersebut memberikan rekomendasi taktis: "BUMI spec buy dengan support 152, cutloss jika break di bawah 147, jika tidak break di bawah 152 potensi naik ke 162-167 short term."

Dalam catatan terbarunya, CGS International memperbarui area support saham BUMI menjadi Rp135-Rp146 karena harga saat ini sudah melampaui target penutupan sebelumnya.

Meski menguat dalam beberapa hari terakhir, rekam jejak bulanan menunjukkan saham milik Grup Bakrie dan Salim ini melemah antara 15,42 persen hingga 25,9 persen.

Sepanjang tahun berjalan, nilai saham BUMI sudah terpangkas berkisar antara 50,82 persen hingga 57,1 persen dari harga tertinggi 52 minggu di level Rp484.

>>> Lini Maxi Mendominasi Setengah Penjualan Yamaha di Bandung

Perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Indonesia ini kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp58,30 triliun dengan rasio Price to Earnings sebesar 36,24.