Konsulat Jenderal RI (KJRI) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Jeddah memfasilitasi ekspor produk kesehatan herbal asal Indonesia ke Arab Saudi.

Nilai transaksi perdana mencapai Rp2,5 miliar.

>>> Tecno Spark 50 Pro Resmi Meluncur dengan Chip Helio G100 Ultimate

Kesepakatan dagang tersebut tertuang dalam letter of agreement (LoA) antara PT Dami Sariwana, industri binaan Kementerian Perdagangan RI, dengan perusahaan Saudi Al Itholah Trading.

Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron Ambary mengatakan LoA mencakup pengiriman satu kontainer produk herbal. Produk tersebut meliputi suplemen vitalitas pria, produk pendukung pengendalian gula darah, dan produk pelangsing.

Penandatanganan dilakukan pada Senin (15/6) di KBRI Jeddah secara hybrid. Para pihak di Jeddah terhubung dengan mitra di Semarang, Jawa Tengah, melalui telekonferensi.

Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan produk herbal Indonesia memasuki pasar Saudi.

>>> LYNE Startup 87: Power Bank 10.000mAh dengan Pengisian Nirkabel 15W

Sebagai mitigasi risiko, KJRI dan ITPC Jeddah telah melakukan verifikasi lapangan terhadap Al Itholah Trading.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan validitas dan kesiapan importir Saudi dalam menjalankan kerja sama. KBRI dan ITPC Jeddah berharap ekspor ini membuka peluang lebih luas bagi produk herbal Indonesia.

Ekspor tersebut diharapkan memperkaya ragam produk Indonesia di Arab Saudi, selain makanan, rempah, dan kebutuhan sehari-hari yang sudah dikenal.

Pihak importir berkomitmen melanjutkan pemesanan jika respons pasar positif.

>>> Bupati Temanggung: Konsumsi Pertalite Meningkat Akibat Peralihan dari Pertamax

Sebelum penandatanganan, perwakilan Al Itholah Trading diundang mengunjungi Pojok Indonesia di Gedung Pelayanan Terpadu KJRI Jeddah. Kunjungan itu bertujuan memperkenalkan produk unggulan Indonesia dan potensi kerja sama perdagangan.