Tarif Tambahan AS Ancam Lebih dari Separuh Ekspor Brasil
Konfederasi Industri Nasional Brasil (CNI) mengeluarkan laporan pada Senin (15/6) yang menyebutkan bahwa lebih dari separuh produk ekspor Brasil ke Amerika Serikat (AS) berpotensi dikenai tarif tambahan.
Laporan tersebut menyoroti ancaman tarif baru dari AS yang dapat memengaruhi 35,2 persen ekspor Brasil ke AS.
>>> UNGA Gelar Dialog Kelima dengan Kandidat Sekjen PBB
Jika digabungkan dengan tarif sektoral yang sudah ada, total porsi produk Brasil yang terkena dampak bisa mencapai 54,1 persen.
Meski demikian, CNI menilai belum akan ada dampak langsung karena pemerintah AS berencana menggelar konsultasi publik dan sidang dengar pendapat sebelum mengambil keputusan final.
Usulan Tarif Baru dari USTR
Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mengusulkan tarif tambahan sebesar 25 persen terhadap produk-produk Brasil, dengan pengecualian untuk 1.698 jenis barang, termasuk kopi, jus jeruk, dan daging.
Selain itu, USTR memasukkan Brasil ke dalam daftar negara yang dinilai gagal menerapkan pembatasan impor barang hasil kerja paksa.
>>> Lewis Hamilton Menangi F1 GP Barcelona-Catalunya 2026 Usai Strategi Ferrari Berjalan Sempurna
Akibatnya, diusulkan tarif tambahan sebesar 12,5 persen, dengan pengecualian bagi 1.655 jenis produk.
Apabila kedua kebijakan tersebut diterapkan pada produk yang sama, tarif tambahan yang dikenakan dapat mencapai 37,5 persen.
Presiden CNI Ricardo Alban menyatakan bahwa kenaikan tarif tersebut tidak akan menguntungkan pihak mana pun.
Menurutnya, kebijakan itu akan meningkatkan biaya bagi dunia usaha, mengurangi daya saing, dan menciptakan ketidakpastian bagi investasi.
>>> BNPB Data Dampak Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah, Belum Ada Kebutuhan Mendesak
Alban menekankan bahwa jalan yang paling efektif adalah dialog yang didasarkan pada kriteria teknis serta pencarian solusi yang menjaga kemitraan ekonomi strategis bagi kedua negara.
Update Terbaru
Galaxy Z Fold 8 Dikabarkan Punya Layar Lipat Lebih Halus dan Kuat
Selasa / 16-06-2026, 18:16 WIB
Tahun Baru Islam, Pemprov NTB Ajak Warga Bersama Tekan Kemiskinan
Selasa / 16-06-2026, 18:12 WIB
Polres Rejang Lebong Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Gratis untuk Warga
Selasa / 16-06-2026, 18:12 WIB
Adu Spek Poco X8 Pro Vs Iqoo Z11: Pilih HP Midrange Gahar yang Mana?
Selasa / 16-06-2026, 18:10 WIB
Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji di NTB Aman Selama Libur Tahun Baru Islam
Selasa / 16-06-2026, 18:10 WIB
Gubernur Sulsel Sambut 392 Haji Kloter 21 di Makassar
Selasa / 16-06-2026, 18:10 WIB
Faktor Kesuksesan Global Serial Netflix 'Teach You a Lesson'
Selasa / 16-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis The Equalizer 2, Bioskop Trans TV 16 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 18:08 WIB
Bank Jatim Tegaskan Tidak Ada Indikasi Gangguan Sistem usai Muncul Klaim Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah
Selasa / 16-06-2026, 18:08 WIB
Biodata Kwon Eun Bin: Eks CLC Putuskan Tinggalkan Dunia Hiburan Korea Selatan
Selasa / 16-06-2026, 18:06 WIB
Data Internal Nintendo Diduga Bocor dari Platform HR Pihak Ketiga
Selasa / 16-06-2026, 18:05 WIB
Hiu Putih Besar Muncul di Mediterania, Tim Penyelam Terkejut
Selasa / 16-06-2026, 18:05 WIB
BPBD: 15 Rumah Rusak di Parigi Moutong Akibat Gempa M6,7 Sulteng
Selasa / 16-06-2026, 18:04 WIB
Pemukim Israel Bakar Kendaraan dan Coba Bakar Masjid di Ramallah
Selasa / 16-06-2026, 18:04 WIB






