Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih mendata dampak dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 11 Maret 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus berkoordinasi dan melakukan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh.

>>> Penyiar Senior TVRI Teddy Resmi Sari Meninggal di Usia 90 Tahun

"Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak," kata Abdul Muhari di Jakarta.

Berdasarkan data BMKG, gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah.

BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat.

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring.

Guncangan kuat juga dirasakan di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan.

Di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar rumah untuk menghindari risiko gempa susulan.

>>> Kwon Eunbin Pensiun dari Industri Hiburan, Pilih Jadi Warga Biasa

BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen.

Guncangan juga dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah.