Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman data kejadian bencana yang terjadi pada Sabtu (13/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa peristiwa pertama adalah banjir di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

>>> George Kamitani Ungkap Alasan Game Vanillaware Jarang Rilis di PC

Banjir dipicu curah hujan tinggi yang membuat air sungai meluap ke permukiman di Kelurahan Salubattang dan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua.

"Hasil kaji cepat BPBD Kota Palopo, sebanyak 10 unit rumah dan satu hektar lahan perkebunan terendam dengan tinggi muka air mencapai 30 sentimeter," ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).

Angin Kencang di Lingga dan Dairi

Angin kencang juga menerjang Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Sabtu (13/6/2026).

Dampaknya, 80 unit rumah warga rusak, dengan rincian 14 unit rusak berat dan 66 unit rusak ringan. Dua fasilitas pendidikan juga turut rusak.

BPBD Kabupaten Lingga terus melakukan penanganan darurat dan memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah setempat.

Fenomena serupa terjadi di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, pada Jumat (12/6/2026).

Angin kencang di Dairi merusak 12 unit rumah tinggal warga. BPBD Kabupaten Dairi langsung merespons dengan pendataan dan monitoring lapangan.

>>> Hindari 10 Kalimat Ini Saat Berbicara dengan Anak yang Sudah Dewasa

Kebakaran Lahan di Sabu Raijua

Kebakaran lahan melanda wilayah Eimau dan Eilode, Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas 20 hektare ini telah berlangsung sejak Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua bersama tim gabungan, insiden diduga dipicu sisa pembakaran sampah yang tertiup angin hingga meluas.