FIFA memastikan tetap membayar penuh upah wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang batal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026.

Keputusan ini diambil setelah ia ditolak masuk dan dideportasi oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat.

>>> Pertamina NRE Pasang PLTS dan BESS di Kapal Oil Barge Patra 2303

Insiden deportasi terjadi saat Omar Abdulkadir Artan tiba di Bandara Internasional Miami. Pihak imigrasi membatalkan visa tunggal dan paspor diplomatiknya setelah interogasi selama sekitar 11 jam.

Kebijakan FIFA mencairkan dana lebih awal tergolong proaktif. Biasanya, upah wasit baru diberikan setelah turnamen selesai.

Langkah ini agar perwakilan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tidak mengalami kerugian materiil tambahan.

Pemerintah AS menduga Omar Abdulkadir Artan memiliki keterkaitan dengan anggota organisasi teror. Petugas perbatasan secara spesifik menanyakan kemungkinan hubungannya dengan kelompok militan Al Shabab.

Omar Abdulkadir Artan membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan semua dokumen perjalanannya lengkap dan menyayangkan keputusan sepihak otoritas bandara.

"Saya memiliki semua dokumen lengkap dan semuanya benar. Saya memiliki visa yang sah," kata Omar Abdulkadir Artan.

>>> Cara Ikut Kirab Malam 1 Suro Keraton Yogyakarta 2026 Tanpa Pendaftaran

Kegagalan berpartisipasi di Piala Dunia mendatangkan kekecewaan mendalam. Impiannya memimpin pertandingan level tertinggi harus kandas akibat masalah visa.

"Saya hanya wasit yang berusaha meraih mimpi, mimpi terbesar dalam hidup saya, untuk datang ke Piala Dunia," ujarnya.

Rekam Jejak Karier

Omar Abdulkadir Artan adalah wasit pria terbaik CAF tahun 2025.

Ia juga menjadi orang Somalia pertama yang memimpin final leg kedua Liga Champions Afrika antara Pyramids FC dan Mamelodi Sundowns.

Di tingkat global, ia pernah memimpin Piala Dunia U-20 di Chili hingga perebutan tempat ketiga. Ia juga aktif di Piala Afrika edisi 2024 dan 2025.

>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tambah Tekanan Pelaku UMKM

Kariernya berlanjut setelah diundang menjadi pengadil utama Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria, pada 12 Agustus mendatang.