Pendiri Vanillaware, George Kamitani, akhirnya buka suara mengenai alasan game-game populer seperti Odin Sphere, Dragon's Crown, 13 Sentinels: Aegis Rim, dan Unicorn Overlord belum pernah dirilis di platform PC.

Selama ini, banyak penggemar menduga bahwa Vanillaware enggan merilis game di PC karena khawatir terhadap pembajakan atau modifikasi.

>>> Hindari 10 Kalimat Ini Saat Berbicara dengan Anak yang Sudah Dewasa

Namun, Kamitani membantah anggapan tersebut.

Menurut Kamitani, dirinya secara pribadi ingin merilis lebih banyak game Vanillaware ke PC. Namun, keputusan akhir ada di tangan penerbit yang mendanai proyek.

Vanillaware adalah studio kecil dengan hanya 39 karyawan. Keterbatasan sumber daya membuat mereka bergantung pada penerbit untuk pendanaan dan distribusi.

Masalah finansial sempat menghantui pengembangan 13 Sentinels: Aegis Rim dan Unicorn Overlord. Kamitani bahkan harus menggunakan dana pribadi agar kedua game tersebut selesai.

>>> 5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Masyarakat Jawa, dari Pindah Rumah hingga Menikah

Meski jarang merilis game baru di PC, Vanillaware sebenarnya sudah lama berkecimpung di platform tersebut.

Dua dekade lalu, studio yang saat itu bernama Puraguru menggarap MMO Fantasy Earth: The Ring of Dominion untuk Enix.

Proyek MMO itu kemudian berubah setelah Enix merger dengan Square menjadi Square Enix. Pengembangan diambil alih Multiterm dan judulnya berubah menjadi Fantasy Earth Zero.

Baru-baru ini, game lawas Muramasa: The Demon Blade yang eksklusif di Wii selama 17 tahun mendadak diumumkan akan rilis di Steam.

>>> Tokio Marine Life Ungkap Faktor yang Pengaruhi Kinerja Unitlink

Hal ini memicu harapan penggemar agar game Vanillaware lain menyusul.