Penyerang senior Timnas Iran Mehdi Taremi mengkritik keras keterlibatan unsur politik yang dinilai terlalu dalam mencampuri ranah sepak bola pada ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Ketegangan antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat sempat menempatkan Team Melli di ambang kegagalan berpartisipasi.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Tampil Senin 15 Juni

Menjelang pertandingan pembuka Grup A melawan Selandia Baru pada Selasa (16/6/2026) di Stadion Los Angeles, penyerang berusia 33 tahun tersebut mengungkapkan kegelisahannya.

"Ini bukan Piala Dunia pertama saya, tetapi yang ketiga.

Selalu dikatakan bahwa begitu Anda turun dari pesawat dan memasuki negara tuan rumah, Anda seharusnya merasakan suasana kehangatan dan persatuan.

Tetapi saya tidak merasakannya saat ini," kata Mehdi Taremi.

Mantan pemain Inter Milan tersebut menilai intervensi politik telah merusak esensi dasar dari turnamen sepak bola terbesar di dunia.

"Jelas ada banyak ketegangan, tetapi saya pikir olahraga (sepak bola) dan politik harus selalu tetap terpisah," ujar Mehdi Taremi.

Menurutnya, esensi utama Piala Dunia adalah menyebarkan pesan perdamaian dan menyatukan berbagai bangsa melalui olahraga.

"Olahraga adalah tentang rasa hormat, perdamaian, dan persatuan. Piala Dunia memiliki penonton yang jumlahnya entah berapa miliar dan dapat membangkitkan perasaan-perasaan ini," cetus Mehdi Taremi.

Pemain lini depan Iran ini juga berharap turnamen global ini bisa menjadi momentum untuk meredakan berbagai konflik antarnegara.

>>> Amalan Sunnah Tahun Baru Islam 2026 yang Bisa Diamalkan Umat Muslim

"Ini dapat berkontribusi pada dunia tanpa konflik, tidak hanya untuk Iran, tetapi untuk semua orang," ucap Mehdi Taremi.

Ia kemudian mengingatkan pihak penyelenggara untuk bertindak profesional dan menjaga netralitas kompetisi sesuai regulasi FIFA.