Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana memangkas jumlah perusahaan BUMN secara besar-besaran.

Dari total 1.077 perusahaan, hanya sekitar 200 yang akan dipertahankan pada tahun 2026.

>>> Potensi Relaksasi RKAB Batubara 2026 Beri Angin Segar bagi Emiten Kontraktor

Langkah ini diambil setelah ditemukan bahwa sekitar 52 persen perusahaan pelat merah mengalami kerugian dengan akumulasi mencapai Rp20 triliun.

Melalui konsolidasi, potensi penghematan langsung diproyeksikan mencapai Rp50 triliun per tahun.

Nasib Karyawan Jadi Perhatian

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kebijakan ini telah mempertimbangkan nasib para pekerja. Presiden menginstruksikan agar transformasi dilakukan tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan.

"Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK," tegas Dony.

Manajemen kemudian melakukan simulasi dan menghitung bahwa biaya upah tahunan seluruh tenaga kerja hanya Rp2–3 triliun, jauh lebih kecil dibanding potensi efisiensi.

"Jadi saya berpikir, kalau gitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun," kata Dony. Seluruh pekerja akan diserap ke dalam badan usaha hasil merger.

Dony menyebutkan bahwa kegagalan manajemen atau inefisiensi struktural masa lalu bukan kesalahan staf operasional. "Kita tidak mau menzalimi karyawan.

>>> BRIN Temukan Bakteri Probiotik Antikanker dari Madu Lebah Tanpa Sengat

Karena itu kan bukan salah mereka," ungkapnya.

Sumber Inefisiensi dan Langkah Konkret

Pemicu utama pemborosan anggaran adalah transaksi berlapis antara perusahaan induk hingga unit usaha terkecil. Danantara mengalkulasi praktik ini menyebabkan inefisiensi hingga Rp30 triliun.

Salah satu langkah konkret adalah penggabungan tiga anak usaha energi: PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping.

Sinergi ini menghasilkan penghematan sekitar USD600–700 juta.

Pemborosan serupa juga terjadi pada proyek jaringan serat optik di Telkom Group. Target akhir penggabungan di seluruh sektor diproyeksikan menyisakan sekitar 254 entitas usaha.

"Kita punya Rp50 triliun kalau proses ini selesai. Immediate saving tanpa harus melakukan improvement terhadap kualitas pengelolaan.

>>> Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026 di Jakarta dan Jawa Barat Mulai Akhir Juni

Di depan mata kita ada Rp50 triliun," pungkas Dony.