Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini mencerminkan apresiasi investor terhadap fundamental ekonomi nasional dan kinerja korporasi dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Dony pada Minggu (14/6/2026) merespons lonjakan signifikan IHSG dan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi pada Juni 2026.

>>> Kiesha Alvaro Siapkan Tabungan Empat Tahun Sebelum Kuliah di Kairo

"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia.

Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony.

Fundamental Jadi Acuan Investor

Dony memaparkan bahwa dinamika pasar jangka pendek memang dipengaruhi berbagai sentimen. Namun, orientasi jangka panjang investor tetap bertumpu pada indikator fundamental, baik dari sisi korporasi maupun makroekonomi.

"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara," kata Dony.

>>> SMBC Indonesia Salurkan Kredit Pertambangan Rp2,8 Triliun pada Kuartal I-2026

Menurut Danantara, fundamental yang kokoh masih dimiliki sejumlah BUMN, terutama di sektor perbankan, pertambangan, dan infrastruktur. Hal ini menjadi modal untuk memelihara kepercayaan pasar dan meningkatkan nilai perusahaan.

Kondisi tersebut juga mendorong aksi buyback oleh beberapa emiten pelat merah. Dony menilai langkah itu wajar ketika harga saham dinilai belum mencerminkan nilai intrinsik perusahaan.

"Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil.

Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," ujar Dony.

>>> Nestory Irankunda Bawa Australia Tekuk Turkiye di Piala Dunia 2026

Danantara optimistis tren positif investasi di Indonesia akan berlanjut, didukung pilar ekonomi nasional yang kuat dan transformasi yang konsisten di tubuh BUMN.