Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal hukuman bagi koruptor Dadan BGN viral di media sosial.

Dalam sebuah ceramah, Mahfud MD menilai hukuman potong tangan terlalu ringan untuk Dadan, eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

>>> Sony Luncurkan Headphone Edisi Terbatas 1000X The Collexion di Indonesia

Ia justru mengusulkan hukuman mati.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Senin (8/6/2026).

Acara tersebut bertema "Sejarah Intelektual UUD 1945: Pergulatan Gagasan Para Founding Fathers Hingga Amandemen Konstitusi".

Video ceramah Mahfud MD diunggah oleh akun X @ch_chotimah2 dan langsung ramai diperbincangkan. Hingga kini, unggahan tersebut telah mendapat ratusan retweet dan tanda suka.

Hukuman Potong Tangan Dinilai Tidak Setimpal

Mahfud MD mengkritik usulan hukuman potong tangan bagi koruptor yang kerap disuarakan. Menurutnya, hukuman itu tidak sebanding dengan kerugian negara akibat korupsi yang mencapai triliunan rupiah.

>>> Cara Aman Mengatasi Memori HP Penuh untuk Android dan iPhone

"Rugi dong kalau orang korupsi kayak Dadan itu hanya dihukum potong tangan. Masukkan penjara, kalau perlu hukum mati," ujar Mahfud MD dalam ceramahnya.

Ia juga menyinggung penafsiran hukum Islam terkait potong tangan. Menurut Mahfud, kata "tangan" dalam konteks fikih bisa diartikan sebagai kekuasaan, bukan sekadar anggota tubuh.

"Kalau gitu potong aja kekuasaannya, masukkan penjara, dia tidak bisa nyolong lagi tangannya," jelas guru besar hukum tersebut.

Mahfud MD menambahkan, saat ini hanya Arab Saudi yang masih menerapkan hukuman potong tangan. Negara-negara Islam lain umumnya hanya menggunakan hukuman penjara.

Ia pun menegaskan bahwa koruptor yang mencuri uang negara dalam jumlah besar seperti Dadan layak mendapatkan hukuman maksimal.

>>> 70 Kode Redeem FF Max 14 Juni 2026: Klaim Jersey CR7, Diamond, dan Gloo Wall

"Masa korupsi triliunan hanya dipotong tangan, enak aja, beli tangan palsu dia," sindirnya.