PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia mengungkapkan sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja unitlink pada tahun ini. Dinamika suku bunga global dan domestik menjadi salah satu pemicu utama.

Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Kornelis Pandu Wicaksono menjelaskan, ketidakpastian geopolitik serta tekanan terhadap nilai tukar Rupiah juga memberikan pengaruh besar.

>>> Claude Makelele: Mourinho Bisa Bantu Mbappe Berkembang di Real Madrid

Potensi perlambatan ekonomi global turut memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar keuangan.

Kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 5,50% baru-baru ini menjadi indikator penting. Hal itu menandakan bahwa pengelolaan arus modal dan stabilitas nilai tukar tetap menjadi perhatian utama.

Kondisi pasar domestik akan dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter, perkembangan likuiditas, pertumbuhan ekonomi nasional, serta kondisi fiskal. Namun, peluang investasi menarik dinilai tetap terbuka bagi investor yang disiplin.

Pentingnya Diversifikasi dan Penempatan Aset

Tokio Marine Life menekankan pentingnya penempatan aset yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan nasabah. Diversifikasi diperlukan agar portofolio investasi lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi pasar.

Kornelis menerangkan bahwa diversifikasi dari sisi mata uang investasi juga dapat dipertimbangkan. Langkah mencari alternatif ini mulai dilakukan sebagian investor untuk menjaga daya beli aset mereka.

Mata uang dolar AS dinilai masih menjadi salah satu mata uang utama dalam investasi dan perdagangan global.

Penempatan sebagian portofolio dalam denominasi dolar AS dapat menjadi strategi diversifikasi yang efektif.

Tokio Marine Life menyediakan solusi berupa TM Global SavePro untuk menjawab kebutuhan perlindungan dan investasi.

>>> Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Lewat HP bagi Pekerja Aktif

Produk dalam denominasi dolar AS ini menawarkan manfaat perlindungan jiwa sekaligus potensi pengembangan nilai tunai dalam mata uang US$.