PT Niramas Utama Tbk yang dikenal dengan merek Inaco segera melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan produsen nata de coco, jeli, dan puding ini menjadwalkan pencatatan saham pada 7 Juli 2026.

>>> OJK Temukan 184 Usaha Gadai Tanpa Izin, Terus Lakukan Penindakan

Berdasarkan prospektus awal, Inaco menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta lembar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Nilai nominal saham Rp 100 per lembar, dengan harga penawaran berkisar Rp 900 hingga Rp 1.120 per lembar.

Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 392 miliar.

Penggunaan Dana IPO

Sekitar 51,04% dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT NPS.

>>> Alwi Farhan Juara Australian Open 2026, Kalahkan Dong Tian Yao Dua Gim Langsung

Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, termasuk pembelian dan instalasi mesin produksi guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan jelly.

Selanjutnya, 18,36% dana digunakan untuk belanja modal level 1, seperti pembelian mesin dan peralatan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang serta mempercepat logistik.

Sebesar 10,63% dana IPO dialokasikan untuk membayar sebagian pokok utang jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Per 31 Maret 2026, total pokok pinjaman perseroan tercatat Rp 94 miliar.

Setelah pembayaran, sisa kewajiban menjadi Rp 54 miliar.

>>> Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp5,5 Triliun ke Golden Energy Mines

Sisa dana sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja, mencakup pembelian bahan baku, pembiayaan operasional, dan aktivitas pemasaran untuk mendukung pertumbuhan usaha.