Investor Selektif Hambat IPO Sektor Teknologi Indonesia Semester I 2026
Aktivitas penawaran umum perdana (IPO) sektor teknologi di Indonesia tercatat masih lesu sepanjang semester I/2026.
Kondisi ini dipicu oleh sikap investor global yang semakin selektif serta penurunan valuasi di pasar privat.
>>> Thomas Mueller Dukung Kai Havertz Jadi Andalan Lini Depan Jerman di Piala Dunia 2026
Direktur Purwanto Asset Management Edwin Sebayang mengungkapkan bahwa situasi pasar yang kurang mendukung membuat sejumlah startup menunda aksi korporasi mereka.
"Banyak startup yang sebelumnya berharap IPO dengan valuasi tinggi akhirnya memilih menunda karena kondisi pasar belum mendukung," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Penundaan dilakukan untuk menghindari pelepasan saham perdana dengan valuasi lebih rendah dibanding putaran pendanaan sebelumnya.
Selain itu, persaingan memperebutkan modal asing semakin ketat karena investor global memiliki opsi investasi lebih likuid pada raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta.
Keterbatasan Investor Domestik
Edwin menambahkan bahwa keterbatasan kapasitas likuiditas investor institusi domestik menjadi hambatan besar. "Sementara kapasitas investor institusi domestik masih belum sebesar negara-negara maju," tuturnya.
>>> TOP 45 Acara TV dan Rating Terbaik Hari ini 15 Juni 2026 ada Asmara Gen Z Yang Semakin Terkucilkan
Struktur pasar modal Indonesia saat ini masih didominasi emiten konvensional dari sektor perbankan, komoditas, telekomunikasi, konsumsi, dan energi.
Akibatnya, terjadi kelangkaan emiten pertumbuhan (growth emiten).
Keterbatasan representasi Indonesia di sektor kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, aerospace, dan teknologi terbarukan membuat pemodal global lebih memilih negara seperti Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan India.
Menurut Edwin, aktivitas investasi jangka panjang di pasar domestik baru bisa bergairah jika didukung penurunan suku bunga global, kehadiran startup yang mencetak profit, peningkatan kualitas investor institusi lokal, serta lahirnya kisah sukses baru di pasar modal.
>>> Cara Mengaktifkan GoPayLater di Aplikasi Gojek untuk Transaksi Praktis
"Selama kesenjangan tersebut belum teratasi, daya tarik Indonesia terhadap arus modal asing kemungkinan masih akan kalah," pungkasnya.
Update Terbaru
TVRI Siarkan Langsung Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026 Hari Ini
Minggu / 14-06-2026, 19:12 WIB
Panasonic Luncurkan AC Premium Inverter HU-CKJ Series di PRJ 2026
Minggu / 14-06-2026, 19:08 WIB
Bank Danamon Jaga Kualitas KPR di Tengah Kenaikan BI Rate
Minggu / 14-06-2026, 19:08 WIB
Riset Psikologi Ungkap Kepribadian Wanita Penyuka Kucing
Minggu / 14-06-2026, 19:08 WIB
AVIA Antisipasi Volatilitas Bahan Baku dengan Ekspansi Jaringan
Minggu / 14-06-2026, 19:08 WIB
Subaru Sambar Kei Van: Parkir Seperti Motor, Muat Banyak Barang
Minggu / 14-06-2026, 19:05 WIB
Saham Big Banks Menguat, Katalis Jangka Panjang Masih Minim
Minggu / 14-06-2026, 19:04 WIB
Inggris Cegat Kapal Tanker Minyak Rusia Smyrtos di Selat Inggris
Minggu / 14-06-2026, 19:04 WIB
Puasa 1 Muharram Tidak Punya Keutamaan Khusus, Ini Amalan yang Dianjurkan
Minggu / 14-06-2026, 19:01 WIB
FIFA Tetap Bayar Penuh Gaji Wasit Somalia yang Dideportasi AS
Minggu / 14-06-2026, 18:58 WIB
Pertamina NRE Pasang PLTS dan BESS di Kapal Oil Barge Patra 2303
Minggu / 14-06-2026, 18:58 WIB
Cara Ikut Kirab Malam 1 Suro Keraton Yogyakarta 2026 Tanpa Pendaftaran
Minggu / 14-06-2026, 18:56 WIB
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tambah Tekanan Pelaku UMKM
Minggu / 14-06-2026, 18:52 WIB
Psikologi Ungkap Kepribadian Wanita Penyuka Kucing: Mandiri hingga Reflektif
Minggu / 14-06-2026, 18:52 WIB






