AVIA Antisipasi Volatilitas Bahan Baku dengan Ekspansi Jaringan
PT Avia Avian Tbk (AVIA) terus mewaspadai volatilitas harga bahan baku industri cat yang dipicu fluktuasi komoditas global, nilai tukar rupiah, dan ketegangan geopolitik.
Faktor eksternal itu berdampak langsung pada rantai pasok dan meningkatkan biaya impor perusahaan.
>>> Saham Big Banks Menguat, Katalis Jangka Panjang Masih Minim
Selain itu, persaingan di pasar domestik kian ketat, baik dari produsen besar maupun merek baru yang menyasar segmen harga tertentu.
Andreas dari AVIA menegaskan bahwa perusahaan harus disiplin dalam mengelola biaya, menjaga efisiensi operasional, dan mengoptimalkan strategi pengadaan bahan baku.
Langkah Strategis Menghadapi Tekanan Biaya
Untuk mengatasi tekanan biaya produksi, AVIA telah menyesuaikan harga produk sebanyak dua kali sepanjang tahun 2026.
Kebijakan ini diterapkan secara terukur demi menjaga margin keuntungan tanpa mengorbankan daya saing.
Di sisi lain, Avian Brands tetap agresif menjalankan ekspansi sepanjang 2026, meliputi perluasan jaringan distribusi, peningkatan kapasitas manufaktur, dan inovasi produk.
Perusahaan memproyeksikan penambahan tujuh hingga delapan pusat distribusi baru.
Pada kuartal pertama, AVIA telah mengoperasikan dua pusat distribusi internal dan satu pusat distribusi mini.
>>> Inggris Cegat Kapal Tanker Minyak Rusia Smyrtos di Selat Inggris
Pembangunan pabrik ketiga di Cirebon ditargetkan memasuki tahap uji coba tahun ini.
Hingga kuartal pertama, AVIA telah meluncurkan tujuh produk baru di berbagai segmen.
Andreas menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen Avian Brands melengkapi portofolio produk dan memperkuat posisi di pasar cat dekoratif Indonesia.
Ekspansi didukung alokasi belanja modal rutin sebesar 2% hingga 3% dari total penjualan untuk pemeliharaan fasilitas, IT, armada distribusi, dan mesin tinting.
Capex ekspansi difokuskan untuk menyelesaikan pabrik Cirebon guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi jangka panjang.
Realisasi total belanja modal AVIA hingga kuartal pertama mencapai Rp99 miliar, terdiri dari Rp48 miliar capex rutin dan Rp50 miliar capex ekspansi.
>>> Puasa 1 Muharram Tidak Punya Keutamaan Khusus, Ini Amalan yang Dianjurkan
Andreas menyatakan realisasi itu sejalan dengan rencana perseroan, dengan fokus pada pembangunan pabrik Cirebon serta penguatan infrastruktur operasional dan distribusi.
Update Terbaru
ADPI dan Asosiasi DPLK Ungkap Hambatan Pertumbuhan Iuran Dana Pensiun
Minggu / 14-06-2026, 20:23 WIB
Garena Free Fire Sediakan Karakter Unicode untuk Nama Kosong Pendek
Minggu / 14-06-2026, 20:23 WIB
Keputusan Ancelotti Panggil Neymar ke Piala Dunia 2026 Picu Perdebatan
Minggu / 14-06-2026, 20:13 WIB
FIFA Tetap Bayar Gaji Penuh Wasit Omar Artan yang Ditolak Visa AS
Minggu / 14-06-2026, 20:12 WIB
Astronom Temukan Bukti Langka Tabrakan Dua Planet di Luar Tata Surya
Minggu / 14-06-2026, 20:12 WIB
BMW Perkenalkan M Concept Neue Klasse di Le Mans 2026
Minggu / 14-06-2026, 20:12 WIB
Trafik Robot Kini Dominasi Internet Global, Lampaui Manusia
Minggu / 14-06-2026, 20:08 WIB
197 Ponsel Diskon Besar di PRJ 2026, Harga Mulai Rp400 Ribu
Minggu / 14-06-2026, 20:03 WIB
Wedding Organizer Ungkap Penyebab Calon Pengantin Stres Siapkan Pernikahan
Minggu / 14-06-2026, 20:01 WIB
Pasar Modal Lesu, Rencana IPO Banyak Perusahaan Tertunda
Minggu / 14-06-2026, 20:00 WIB
Tarif Hotel dan Parkir di Sekitar Stadion MetLife Melonjak Jelang Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 20:00 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 14 Juni 2026 Jadi Pilihan Praktis Liburan
Minggu / 14-06-2026, 19:58 WIB
Cara Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan PBI yang Nonaktif
Minggu / 14-06-2026, 19:56 WIB
Samsung Dominasi Pasar Ponsel Global Kuartal I 2026 Berkat Galaxy A
Minggu / 14-06-2026, 19:52 WIB






