Pasukan Inggris menaiki kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di Selat Inggris pada Minggu pagi.

Operasi yang dipimpin oleh Inggris ini menjadi yang pertama dalam menargetkan apa yang disebut sebagai armada bayangan Rusia.

>>> Puasa 1 Muharram Tidak Punya Keutamaan Khusus, Ini Amalan yang Dianjurkan

Komando Marinir Kerajaan bersama petugas dari Badan Kejahatan Nasional menaiki kapal bernama Smyrtos di wilayah perairan teritorial Inggris.

Pemerintah setempat menyatakan bahwa operasi yang berlangsung selama enam jam tersebut mendapatkan dukungan penuh dari kapal Angkatan Navy Kerajaan, helikopter militer, serta pesawat patroli maritim RAF P-8.

Kapal tersebut selanjutnya akan dipindahkan menuju tempat berlabuh di lepas pantai selatan Inggris.

Langkah ini diambil sementara pihak berwenang melanjutkan proses penyelidikan sekaligus memantau adanya risiko lingkungan atau keselamatan.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa tindakan pencegatan dilakukan berlandaskan hukum domestik dan internasional. Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya telah menyetujui penahanan kapal armada bayangan ini pada bulan Maret.

Pihak berwenang menuturkan bahwa kapal tersebut dijadikan target sebagai bagian dari upaya penegakan sanksi.

Kebijakan ini dirancang demi membatasi pendapatan yang digunakan untuk mendanai perang Presiden Vladimir Putin di Ukraina.

"Operasi ini memberikan pukulan telak lagi kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang membiayai perang Putin di Ukraina bahwa mereka tidak dapat bersembunyi," kata Starmer.

Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis, yang baru diangkat pada 11 Juni setelah pengunduran diri John Healey, turut memberikan penjelasan.

>>> FIFA Tetap Bayar Penuh Gaji Wasit Somalia yang Dideportasi AS

Menurutnya, pencegatan tersebut akan mengganggu pergerakan armada yang diandalkan Rusia untuk memindahkan minyak yang dikenai sanksi dan membiayai upaya perang terhadap Ukraina.