Iran dan AS Bahas Draf Nota Kesepahaman Isu Strategis
Pemerintah Iran dan Amerika Serikat saat ini tengah membahas rancangan awal nota kesepahaman yang mencakup sejumlah isu strategis.
Pembahasan tersebut meliputi program nuklir, pembukaan Selat Hormuz, hingga pelonggaran sanksi keuangan dan minyak.
>>> Persaingan Kiper Timnas Spanyol Memanas Jelang Piala Dunia 2026
Langkah diplomatik ini diproyeksikan akan berlanjut dalam waktu dekat setelah draf awal berhasil disepakati.
Tiga Klaster Utama dalam Draf
Seorang pejabat senior Iran menjelaskan bahwa dokumen awal memuat tiga klaster utama, yaitu sektor keuangan, program nuklir, dan wilayah Selat Hormuz.
Terkait Selat Hormuz, Iran berkomitmen segera membuka kembali jalur perdagangan tersebut untuk seluruh kapal komersial.
Sementara itu, Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan.
Pada sektor keuangan, AS berkomitmen tidak menjatuhkan sanksi baru dan akan mencabut seluruh sanksi PBB serta sanksi domestik secara terjadwal setelah perjanjian final.
>>> Suzuki Grand Vitara: Biaya Kepemilikan Ringan untuk Jangka Panjang
Pengecualian sanksi minyak juga akan diberikan agar Iran dapat kembali menjual minyak.
Selain itu, aset Iran yang dibekukan senilai sekitar US$25 miliar akan dilepaskan melalui transfer tunai, jalur kredit, serta kerja sama regional.
Mengenai program nuklir, Iran menyatakan komitmen untuk tidak memproduksi atau memperoleh senjata nuklir.
Iran juga akan mempertahankan status program saat ini tanpa perluasan fasilitas atau pengayaan uranium tambahan.
Sebagai bagian dari kesepakatan komprehensif mendatang, AS mengizinkan pengenceran stok uranium diperkaya tinggi milik Iran.
>>> Ukraina Serang Pabrik Kimia dan Depot BBM Rusia dengan Drone
Seluruh mekanisme akhir akan dinegosiasikan dalam waktu 60 hari.
Update Terbaru
Rupiah Menguat ke Rp 17.860 per Dolar AS pada Pekan Kedua Juni 2026
Minggu / 14-06-2026, 20:52 WIB
Memahami Tingkatan Sabuk Taekwondo dan Filosofinya untuk Anak
Minggu / 14-06-2026, 20:48 WIB
Iowa Naikkan Batas Kecepatan Jalan Pedesaan dari 55 mph Jadi 60 mph per 1 Juli
Minggu / 14-06-2026, 20:48 WIB
Arema FC Lepas Dalberto Usai Negosiasi Kenaikan Gaji Buntu
Minggu / 14-06-2026, 20:48 WIB
Nestory Irankunda Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026 Bersama Australia
Minggu / 14-06-2026, 20:48 WIB
Australia Kalahkan Turki 2-0 di BC Place, Vancouver
Minggu / 14-06-2026, 20:44 WIB
Trump Bangun Arena UFC di Halaman Gedung Putih, Kontroversi Mengemuka
Minggu / 14-06-2026, 20:44 WIB
Kritikus Puji Atmosfer Backrooms (2026), Cerita Dianggap Ambigu
Minggu / 14-06-2026, 20:32 WIB
10 Anime Legendaris yang Menemani Masa Kecil di Indonesia
Minggu / 14-06-2026, 20:32 WIB
TODAK Isyaratkan Kerja Sama Baru pada MPL Indonesia Season 18
Minggu / 14-06-2026, 20:24 WIB
ADPI dan Asosiasi DPLK Ungkap Hambatan Pertumbuhan Iuran Dana Pensiun
Minggu / 14-06-2026, 20:23 WIB
Garena Free Fire Sediakan Karakter Unicode untuk Nama Kosong Pendek
Minggu / 14-06-2026, 20:23 WIB
Keputusan Ancelotti Panggil Neymar ke Piala Dunia 2026 Picu Perdebatan
Minggu / 14-06-2026, 20:13 WIB
FIFA Tetap Bayar Gaji Penuh Wasit Omar Artan yang Ditolak Visa AS
Minggu / 14-06-2026, 20:12 WIB






