Pasukan militer Ukraina meluncurkan serangan udara yang menargetkan pabrik pupuk dan kimia di wilayah Tula serta fasilitas penyimpanan minyak di Yaroslavl, Rusia, pada Minggu (14/6/2026).

Serangan jarak jauh menggunakan pesawat tanpa awak ini menyasar infrastruktur penting yang menyokong operasional militer Rusia.

>>> 10 Kebiasaan yang Dihindari Orang dengan Ketajaman Mental Tinggi

Aksi ofensif terbaru ini berdampak pada kerusakan fasilitas industri dan memicu kebakaran hebat di depot bahan bakar cadangan negara Rusia.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bloombergtechnoz, operasi penyerangan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang dari kedua negara melalui laporan resmi dan unggahan media sosial.

Pernyataan Presiden Zelenskyy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan penjelasan mengenai target operasi udara yang menyasar kawasan industri strategis di wilayah Tula tersebut.

"Pabrik Azot di Tula melakukan operasi yang penting bagi kemampuan bahan peledak Rusia," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, melalui platform X.

Zelenskyy menambahkan bahwa tindakan tegas ini diambil sebagai bentuk respons atas sikap keras kepala dari pihak kepemimpinan Rusia dalam menyikapi konflik yang sedang berlangsung.

"Kami telah menawarkan kepada kepemimpinan Rusia setiap format negosiasi yang mungkin – dan satu-satunya tanggapan adalah agresi yang berkelanjutan dan upaya untuk memperluasnya," kata Zelenskyy di X.

Dampak Serangan dan Tanggapan Rusia

Pemerintah daerah Tula mengonfirmasi adanya aktivitas udara di wilayah mereka, di mana Novomoskovsk menjadi salah satu titik jatuhnya material drone yang hancur.

Gubernur wilayah Tula Dmitry Milyaev mengatakan puing-puing dari drone jatuh di wilayah pabrik industri di Novomoskovsk, dan sifat kerusakan sedang dinilai, lapor kantor berita Interfax.

>>> Bongkar Muat Pelabuhan Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal I/2026