Malaysia Jajaki Pasokan Minyak Mentah Baru dari Rusia dan Turki
Pemerintah Malaysia tengah menjajaki sumber pasokan minyak mentah baru dari Rusia dan Turki. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi nasional untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik global.
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir mengungkapkan bahwa rencana ekspansi pengadaan tersebut memerlukan evaluasi teknis yang mendalam.
>>> Museum Tawarkan Ruang Refleksi untuk Lepas Penat dari Rutinitas
Karakteristik minyak mentah yang berbeda dari tiap wilayah produsen menjadi faktor penentu utama.
Tidak semua varian minyak mentah kompatibel dengan fasilitas pengolahan yang dioperasikan Malaysia saat ini.
Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan kesesuaian antara karakteristik minyak impor dengan infrastruktur kilang lokal.
Evaluasi Teknis dan Kesesuaian Infrastruktur
"Setiap pasokan minyak mentah dari berbagai wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga perlu dilakukan penilaian apakah fasilitas yang kami miliki mampu menerima dan mengolah pasokan tersebut," ujar Akmal dikutip dari The Star, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kebijakan diversifikasi tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah negara pemasok. Hal paling krusial adalah memastikan kesesuaian karakteristik minyak mentah dengan infrastruktur penunjang kilang lokal.
>>> Cristiano Ronaldo Hadapi Tantangan Rekor Usia di Piala Dunia 2026
Di sisi lain, jaminan ketersediaan energi domestik dipastikan aman hingga akhir Juli 2026. Pemerintah menjadwalkan pengumuman kelanjutan kepastian pasokan periode berikutnya pada akhir bulan ini.
Akmal menambahkan bahwa transparansi informasi mengenai volume cadangan baru akan dipaparkan setelah seluruh poin kesepakatan pengadaan, kalkulasi biaya, dan aspek hukum kontrak diselesaikan.
Pernyataan terkait kepastian pasokan hingga Juli tersebut ditegaskan bukan sinyal bahwa Malaysia akan mengalami krisis energi setelah tenggat waktu berakhir.
Pengumuman susulan akan segera menyusul begitu finalisasi kontrak baru rampung.
>>> Perempuan dan Makna Diri di Tengah Peran serta Tantangan Hidup
Pemerintah juga mengambil sikap hati-hati dengan menghindari komitmen kontrak pengadaan jangka panjang. Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi dampak tingginya volatilitas harga minyak dunia terhadap beban anggaran negara.
Update Terbaru
Fokus Pengembangan SDM Unggul, Telkom Raih Lestari Award 2026
Rabu / 29-07-2026, 00:14 WIB
Komentar Menteri Keuangan Purbaya Terkait Posisi Gubernur BI
Rabu / 29-07-2026, 00:14 WIB
22 Armada Damkar Padamkan Kebakaran Gudang di Jakarta Selatan
Rabu / 29-07-2026, 00:14 WIB
Permintaan Unik Milan dan Chelsea Jelang Duel di SUGBK
Rabu / 29-07-2026, 00:14 WIB
Kasus Hibah Jatim: Anggota DPR Anwar Sadad Terseret Dugaan Suap Miliaran
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Petugas Jinakkan Kobaran Api yang Melanda Permukiman Kebayoran Lama
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Resmi Ditetapkan, Inilah 25 Situs Warisan Dunia UNESCO 2026
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Kehadiran Danantara di KSSK Sesuai Aturan Tanpa Hak Mengambil Keputusan
Rabu / 29-07-2026, 00:07 WIB
Gempa M 7,1 Hantam Selatan Jepang, Kereta Terguling hingga Kuil Rusak
Rabu / 29-07-2026, 00:01 WIB
Shin Tae-yong Rombak Skuad Persija Hadapi Juara Bertahan Port FC
Rabu / 29-07-2026, 00:01 WIB
Strategi Pengamanan Nataru 2026 Mulai Dibahas Korlantas Bersama ASDP
Rabu / 29-07-2026, 00:00 WIB
Rumah Inspirasi Aceh Tamiang Diresmikan untuk Putus Kemiskinan
Selasa / 28-07-2026, 23:58 WIB
Respons Polemik Londo Ireng, Qodari Tegaskan Pemerintah Fokus Swasembada Pangan
Selasa / 28-07-2026, 23:57 WIB
Maung Bandung Amankan Tiket Semifinal Usai Taklukkan DPMM FC
Selasa / 28-07-2026, 23:57 WIB







