Keputusan pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memasukkan Neymar ke dalam skuad Selecao untuk Piala Dunia 2026 memicu perdebatan.

Cedera betis yang dialami penyerang berusia 34 tahun itu membuat banyak pihak mempertanyakan kelayakannya.

>>> TVRI Siarkan Langsung Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026 Hari Ini

Namun, bagi para pendukung Brasil, Neymar tetap memiliki tempat istimewa.

Dalam laga pembuka Grup C melawan Maroko yang berakhir imbang 1-1, Neymar hanya duduk di bangku cadangan.

Meski demikian, kehadirannya tetap menjadi pusat perhatian para suporter yang memadati stadion.

Seorang pendukung Brasil bernama Artur menegaskan dukungannya kepada sang pemain.

"Tentu saja. Dia adalah seorang jenius.

Anda membutuhkan bintang seperti itu," ujar Artur.

Bagi banyak suporter, Neymar bukan sekadar pemain sepak bola, melainkan simbol generasi emas yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.

Atmosfer nostalgia terasa kuat menjelang pertandingan, dengan layar stadion menayangkan cuplikan keberhasilan Brasil menjuarai Piala Dunia 1994.

Pendukung juga mengenakan jersey legenda seperti Pele, Ronaldo, Ronaldinho, hingga Kaká.

Fenomena ini menunjukkan keterikatan emosional yang mendalam dengan Neymar, meskipun usia dan cedera mulai menghambat kariernya.

Suporter lain bernama Francisco mengakui bahwa secara teknis Neymar mungkin bukan lagi pilihan utama, tetapi kehadirannya tetap penting.

"Mungkin Neymar sebenarnya tidak seharusnya berada di sini, tetapi para pendukung Brasil menginginkannya. Itu tetap penting," kata Francisco.

Vinicius Junior Ambil Peran Utama

Di tengah absennya Neymar dari lapangan, sorotan beralih kepada bintang muda Real Madrid, Vinicius Junior.

>>> Timnas Inggris Targetkan Juara Piala Dunia 2026 di Amerika Utara

Pemain berusia 25 tahun itu menjadi penyelamat Brasil saat mencetak gol penyeimbang ke gawang Maroko pada menit ke-32.