Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (12/6), rupiah di pasar spot menguat 0,71 persen ke level Rp 17.860 per dolar AS.

>>> Arema FC Lepas Dalberto Usai Negosiasi Kenaikan Gaji Buntu

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dari Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,33 persen ke posisi Rp 17.921 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan ini dipengaruhi revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia.

Lembaga tersebut memperkirakan ekonomi domestik tumbuh 5,0 persen pada 2026 karena fundamental yang kuat.

Menurut Ibrahim, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Catatan tersebut menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II-2021.

Kinerja solid tersebut ditopang kenaikan konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idul Fitri.

Selain itu, percepatan pembayaran tunjangan hari raya (THR) ASN dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memberikan dampak positif.

"Pertumbuhan ekonomi yang solid memberikan keyakinan terhadap prospek fundamental domestik dan menjadi sentimen positif bagi rupiah," ujar Ibrahim, Jumat (12/6).

>>> Nestory Irankunda Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026 Bersama Australia

Namun, Bank Dunia mengingatkan adanya tantangan seperti ruang fiskal pemerintah yang terbatas.

Potensi kenaikan beban subsidi akibat fluktuasi harga minyak dunia dan ketidakpastian pasar keuangan terkait evaluasi indeks MSCI juga perlu diwaspadai.

Dari faktor eksternal, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong melihat harapan damai antara AS dan Iran berpotensi menekan harga minyak mentah dunia.

Penurunan harga minyak ini dapat memperkuat sentimen risk-on di pasar keuangan global.

Kondisi tersebut mendorong investor kembali memburu aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Lukman menilai sentimen positif ini masih berpeluang menjadi penggerak utama pasar pada awal pekan.

Untuk perdagangan Senin (15/6), Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.850 per dolar AS.

>>> Trump Bangun Arena UFC di Halaman Gedung Putih, Kontroversi Mengemuka

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan rupiah berada pada rentang Rp 17.860 hingga Rp 17.910 per dolar AS.