San Antonio Spurs menghadapi ancaman kehilangan Victor Wembanyama pada laga penentu Final NBA 2026. Sanksi akumulasi pelanggaran berat mengintai pemain asal Prancis tersebut.

Dilansir dari Heavy, Wembanyama kini telah mengumpulkan tiga poin flagrant foul sepanjang fase pascamusim. Berdasarkan regulasi liga, akumulasi empat poin otomatis memicu skorsing satu pertandingan.

>>> Endrick Bidik Piala Dunia 2026 demi Yakinkan Jose Mourinho

Poin pelanggaran Wembanyama bermula dari dua insiden terpisah. Termasuk pelanggaran tingkat dua saat menyikut senter Minnesota Timberwolves, Naz Reid.

Insiden teranyar terjadi pada kuarter ketiga Game 4 Final NBA. Sikutnya mengenai dagu pemain New York Knicks, Karl-Anthony Towns.

Meskipun posisinya rawan terkena sanksi, Wembanyama bertahan dengan gaya bermainnya saat ini. "Tentu saya akan lebih berhati-hati, tapi itu tidak akan banyak berubah," ujarnya.

Pendukung Knicks Tuding Wembanyama Bermain Kotor

Situasi ini memicu ketegangan setelah sejumlah pendukung New York Knicks melabeli Wembanyama sebagai pemain kotor. Tudingan itu menyusul insiden fisik dengan Jalen Brunson dan OG Anunoby.

Namun, legenda NBA Isiah Thomas memberikan pembelaan. Ia menilai Wembanyama justru menjadi target permainan fisik lawan.

"Wemby telah menjadi korban dari beberapa tindakan kotor yang pernah ada. Orang-orang menarik dan memegangnya," kata Thomas.

"Mereka beruntung dia tidak berbalik dan memukul salah satu dari mereka."

Thomas menyamakan tekanan fisik yang dihadapi Wembanyama dengan yang dialami Shaquille O'Neal pada masa jayanya. Menurutnya, intensitas benturan yang diterima Wembanyama sangat tinggi sepanjang seri final.

>>> Turki Hadapi Australia di Laga Pembuka Grup D Piala Dunia 2026

"Shaq menerima lebih banyak kekerasan di liga kami daripada pemain NBA mana pun. Istilah hack-a-Shaq berarti Anda boleh memukulnya, melanggarnya, dan mereka memberi label itu," jelas Thomas.