Tim nasional Turki akan menantang Australia dalam laga pembuka babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2026.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, pada Minggu, 14 Juni 2026.

>>> Gaya Rambut Baru Landon Donovan di Piala Dunia 2026 Curi Perhatian

Ini menandai kembalinya Turki ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002. Saat itu, mereka berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Korea Selatan.

Berdasarkan data statistik dari Opta, Turki memiliki rekor impresif melawan tim Asia.

Mereka selalu memenangkan empat pertandingan Piala Dunia sebelumnya melawan wakil AFC, dengan mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali.

Di sisi lain, Australia memiliki catatan buruk dalam laga pembuka turnamen. Mereka menelan lima kekalahan dari enam penampilan terakhir di Piala Dunia.

Pelatih Australia, Tony Popovic, menerapkan formasi tiga bek untuk meredam lini serang Turki. Harry Souttar tampil memperkuat lini pertahanan setelah pulih dari cedera Achilles.

Di kubu Turki, pelatih Vincenzo Montella menurunkan Hakan Calhanoglu sebagai kapten di lini tengah.

Arda Guler menjadi motor serangan, sedangkan Kenan Yildiz harus memulai laga dari bangku cadangan akibat masalah kebugaran.

Kisah Haru Harry Souttar

Sebelum turnamen dimulai, bek Australia Harry Souttar mengenang mendiang kakaknya, Aaron Souttar, yang meninggal dunia pada 2022 akibat penyakit motor neuron.

"I had him on a pedestal. He was the cool one," ujar Harry Souttar.

Harry menjelaskan bahwa kehadiran kakaknya selalu memberikan motivasi tambahan saat bertanding. "I'd always love it," katanya.

Souttar menambahkan bahwa keluarganya harus membagi waktu untuk menonton pertandingan Piala Dunia karena saudaranya, John Souttar, bermain untuk tim nasional Skotlandia.