Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) sukses menghimpun dana sebesar Rp 22,617 triliun dari penjualan Sukuk Tabungan seri ST016.

Seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.

>>> Brasil Gagal Taklukkan Maroko Usai Tampil Kurang Meyakinkan

Penghimpunan dana tersebut terbagi dalam dua seri.

Seri ST016T2 dengan tenor dua tahun mencatatkan penjualan Rp 15,302 triliun, sedangkan seri ST016T4 bertenor empat tahun meraup Rp 7,315 triliun.

Seri ST016T4 dikategorikan sebagai Green Sukuk Ritel, instrumen syariah yang mendukung proyek ramah lingkungan dalam APBN 2026.

Masa penawaran berlangsung dari 8 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan akad Wakalah.

Imbal hasil yang ditawarkan sebesar 6,05% per tahun untuk ST016T2 dan 6,25% per tahun untuk ST016T4, dengan skema mengambang berbatas bawah.

Pemerintah mengonfirmasi bahwa edukasi daring, luring, dan optimalisasi media sosial mendorong tingginya literasi pasar keuangan masyarakat.

ST016 berhasil menggaet 81.667 investor, termasuk 15.847 investor baru pada instrumen SBN Ritel dan 20.081 investor baru pada SBSN Ritel.

>>> Pemprov DKI Beri Diskon PBB-P2 7,5 Persen, Begini Cara Dapatkannya

Dari segi demografi, Generasi Y (Milenial) mendominasi jumlah investor sebesar 52,15%, namun volume pemesanan terbesar dikuasai Generasi X dengan 42,39%.

Pegawai swasta menjadi kelompok profesi terbanyak dengan porsi 34,93%, sedangkan wiraswasta memimpin volume pemesanan sebesar 30,45%.

Secara geografis, investor Indonesia Bagian Barat di luar DKI Jakarta mendominasi jumlah partisipan hingga 63,64% dan penyumbang pemesanan terbesar sebanyak 52,56%.

Keterlibatan gender didominasi perempuan yang mencakup 58,74% dari total investor dengan kontribusi pemesanan 51,96%.

Dari total Rp 14,42 triliun dana seri SBSN ST012T2 yang jatuh tempo pada 10 Mei 2026, sekitar Rp 7,23 triliun atau 50,11% kembali diinvestasikan ke ST016.

Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas basis investasi ritel, dan mengubah kebiasaan masyarakat dari saving oriented menjadi investment oriented.

>>> Qatar Paksa Swiss Berbagi Poin di Piala Dunia 2026 Usai Gol Menit Akhir

Penerbitan ST016T4 sebagai Green Sukuk Ritel mewujudkan komitmen pemerintah berkontribusi dalam penurunan dampak perubahan iklim melalui pembiayaan proyek hijau pada APBN 2026.