Kemenkeu Setujui Proyek Hunian IKN Senilai Rp6 Triliun
Pemerintah akan segera merealisasikan proyek pembangunan hunian senilai Rp6 triliun di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proyek ini menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Kementerian Keuangan telah memberikan persetujuan dukungan pembiayaan terhadap proyek yang digagas oleh pihak swasta dan badan usaha milik negara tersebut.
>>> Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara
Keputusan ini diumumkan pada Kamis (11/6/2026).
Dana triliunan rupiah tersebut akan digunakan untuk membangun dua jenis tempat tinggal, yaitu rumah tapak dan hunian vertikal.
Pengerjaan fisik di lapangan ditargetkan berjalan sebelum pergantian tahun.
Rincian Proyek dan Pelaksana
Pembangunan 109 unit rumah tapak akan dipimpin oleh PT Intiland Development Tbk. Sementara itu, delapan tower rumah susun akan dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero), perusahaan konstruksi BUMN.
Kedua proyek saat ini tengah memasuki fase lelang terbuka untuk menjaga akuntabilitas.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa tender tetap diberlakukan meskipun kedua perusahaan bertindak sebagai pemrakarsa.
>>> Yamaha Ungkap Alasan Peluncuran MX King 150 Livery Prima Pramac
“Untuk KPBU, yang dua pemrakarsa itu untuk hunian landed 109 unit dan juga 8 tower sudah disetujui menteri keuangan sebesar Rp6 triliun,” ujar Basuki di Kompleks Parlemen RI.
Proses tender mengikuti aturan right to match bagi pemrakarsa. Pemetaan dan evaluasi prosedur sedang berjalan di bawah pengawasan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
OIKN optimistis seluruh tahapan administrasi dan lelang dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Basuki menambahkan, peletakan batu pertama ditargetkan bisa dilaksanakan pada tahun ini.
“Tahun ini bisa [untuk groundbreaking],” pungkasnya.
Total komitmen investasi skema KPBU yang dikantongi OIKN telah mencapai Rp158,73 triliun. Angka tersebut mencakup sektor hunian, jalan, hingga multi utility tunnel.
>>> Stadion Azteca Cetak Rekor Penyelenggaraan Laga Piala Dunia Terbanyak
Selain itu, sekitar 50 investor swasta dan lembaga telah menandatangani kerja sama di berbagai sektor strategis dengan nilai investasi sekitar Rp66 triliun.
Update Terbaru
TVRI Siarkan Langsung Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Meksiko vs Afrika Selatan Malam Ini
Jumat / 12-06-2026, 19:12 WIB
BI Rate Naik ke 5,5%, Likuiditas Bank KBMI 1 Tertekan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Kemesraan di Media Sosial: Antara Ekspresi Cinta dan Risiko Hubungan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Higgs Games Island Gaet Luis Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia ke Level Global
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Studi PNAS: Model AI Modern Berhasil Lolos Turing Test
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
BYD Indonesia Catat 20 Ribu Calon Konsumen untuk M6 DM
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Ronaldo Nazario Jagokan Spanyol dan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Pemerintah India Batasi Pembelian Solar untuk Konsumen Besar di SPBU
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
BI Proyeksikan Indeks Penjualan Riil Mei 2026 Turun 3,2 Persen
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Viral Taylor Swift-Kylie Jenner Pelukan, Ini Kata Ahli Gestur
Jumat / 12-06-2026, 19:07 WIB
Kanada dan AS Gelar Laga Perdana Piala Dunia 2026 pada 13 Juni
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
5 Kafe Hidden Gem di Tebet yang Tenang dan Nyaman
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
Trump Setujui Pengenceran Uranium Iran di Bawah Pengawasan PBB
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB
Dua Ganda Putri Indonesia Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB






