PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan laba bersih sebesar Rp 493,85 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 50,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Meski laba bersih meningkat, pendapatan bersih perseroan justru turun tipis 3,2 persen menjadi Rp 3,74 triliun.

>>> Timnas Brasil Tahan Imbang Maroko pada Laga Pembuka Piala Dunia

Hal itu terungkap dalam laporan keuangan tahun 2025 yang dipaparkan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Pendapatan bersih BNBR berasal dari tiga segmen utama.

PT Bakrie Metal Industries Group menyumbang Rp 2,2 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure Group senilai Rp 464,21 miliar.

Fokus pada Infrastruktur dan Energi Hijau

Direktur Utama BNBR, Anindya N. Bakrie, mengakui tantangan makroekonomi global mempengaruhi performa usaha tahun lalu.

"Ke depan, kami fokus menggarap lini infrastruktur, baik fisik maupun digital, sembari terus mengembangkan industri berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan energi hijau," ujarnya.

Wakil Direktur Utama BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, memaparkan bahwa pilar infrastruktur perusahaan mengelola jalan tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 kilometer.

Masa konsesi jalan tol tersebut mencapai 45 tahun hingga 2061 melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways.

"Pendapatan rata-rata CCT saat ini sebesar Rp 2,3 miliar per hari, lebih tinggi 4,87 persen dibandingkan target RKAP.

>>> Hakim Tolak Gugatan Warga Terkait Pertandingan UFC di Gedung Putih

Diproyeksikan akan terus meningkat seiring proyeksi traffic dan rencana kenaikan tarif pada 2026," jelas Ardiansyah.

Di bidang infrastruktur komunikasi digital, unit usaha PT Multi Kontrol Nusantara mencatat pendapatan Rp 358,9 miliar. Pendapatan itu disokong proyek konektivitas internet pedesaan dan pembangunan serat optik.