Aksi yang berlangsung pada hari Minggu ini dijalankan melalui koordinasi bersama pihak Prancis.

Langkah tersebut juga mengikuti dukungan Inggris terhadap tindakan Amerika Serikat dan Prancis yang telah dilakukan sebelumnya terhadap kapal-kapal armada bayangan.

Inggris tercatat telah menjatuhkan sanksi terhadap hampir 600 kapal yang terhubung dengan armada bayangan Rusia.

Pemerintah Inggris memperkirakan total armada tersebut berjumlah lebih dari 700 kapal dan mengangkut sekitar tiga perempat dari seluruh pasokan minyak Rusia yang terkena sanksi.

Pemerintah Inggris menambahkan bahwa kapal-kapal yang terkena sanksi oleh wilayahnya membawa minyak Rusia dengan nilai US$1,6 miliar lebih sedikit pada kuartal pertama tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pemerintah, pendapatan sektor minyak dan gas Rusia mengalami penurunan sebesar 24% dari tahun ke tahun pada tahun 2025.

Sementara itu, pendapatan dari sektor minyak merosot 27% sejak Oktober 2024, yang menandai level terendah sejak awal konflik pada tahun 2022.

Sebagian besar dari armada tersebut merupakan kapal tanker tua yang beroperasi dengan sistem kepemilikan serta pengaturan asuransi yang tidak transparan.

>>> Pertamina NRE Pasang PLTS dan BESS di Kapal Oil Barge Patra 2303

Pemerintah Inggris mencatat lebih dari 70% kapal tanker bayangan telah berusia di atas 15 tahun, dan telah terjadi lebih dari 50 insiden yang melibatkan kelompok armada tersebut.