PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) tetap menggeber penggelaran infrastruktur jaringan fiber optik di Indonesia. Langkah ini dilakukan meskipun kondisi ekonomi memicu kenaikan harga bahan baku dan perangkat telekomunikasi.

Ekspansi tersebut didasarkan pada ketersediaan komponen yang telah disiapkan sebelumnya serta tingginya permintaan pasar. Perusahaan juga melakukan optimalisasi teknologi dan penguatan infrastruktur untuk menjaga kualitas layanan.

>>> Jadwal KA Dharmawangsa Ekspres 2026 Rute Surabaya-Jakarta dan Tarif Tiket

Selain memperluas wilayah jangkauan, Biznet memperkuat kehadiran kantor cabang dan menyesuaikan tarif layanan perumahan agar lebih terjangkau di sejumlah kota kedua dan ketiga.

Fokus pada Efektivitas Pengembangan Jaringan

Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo menjelaskan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah memastikan efektivitas pengembangan jaringan pada wilayah yang tepat.

"Tentunya kami melihat sesuai demand atau kebutuhan kualitas internet yang tinggi di tiap area," katanya.

Pihak manajemen memastikan seluruh layanan didukung oleh infrastruktur andal dan teknologi modern agar tetap stabil.

Terkait tarif, perusahaan hingga kini belum melakukan perubahan harga secara umum demi menjaga daya beli masyarakat.

"Bahkan di beberapa kota kedua dan ketiga, harga untuk layanan perumahan kami, Biznet Home, kami buat lebih terjangkau mengikuti daya beli di kota-kota tersebut," ujar Adrianto.

Kenaikan harga perangkat jaringan diakui oleh asosiasi industri karena tingginya ketergantungan pada komponen impor.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama pendorong lonjakan biaya pengadaan.

>>> Tiga Proyek PSEL di Bekasi, Bogor, dan Denpasar Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional

Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyatakan kekhawatiran mengenai dampak pelemahan kurs terhadap ruang gerak ekspansi perusahaan telekomunikasi.