5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Masyarakat Jawa, dari Pindah Rumah hingga Menikah

Malam 1 Suro yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah akan diperingati pada 16 Juni 2026. Bagi sebagian masyarakat Jawa, terutama di wilayah Yogyakarta dan Solo, malam tersebut memiliki makna spiritual yang kuat dan kerap diisi dengan doa serta laku refleksi diri.

Di tengah tradisi yang masih bertahan hingga kini, terdapat sejumlah pantangan yang dipercaya sebaiknya dihindari saat Malam 1 Suro. Kepercayaan itu diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa.

>>> Tokio Marine Life Ungkap Faktor yang Pengaruhi Kinerja Unitlink

Pantangan yang Dihindari Saat Malam 1 Suro

1. Mengucapkan Kata-Kata Buruk

Ucapan kasar, makian, maupun perkataan yang dianggap negatif diyakini tidak pantas diucapkan pada Malam 1 Suro. Sebagian masyarakat percaya bahwa kata-kata buruk yang dilontarkan pada malam tersebut dapat berbalik menjadi kenyataan atau membawa pengaruh yang tidak diharapkan.

2. Keluar Rumah pada Malam Hari

Ada keyakinan yang berkembang bahwa Malam 1 Suro merupakan waktu ketika dunia gaib lebih aktif dibanding hari-hari biasa. Karena itu, sebagian orang memilih mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari untuk menghindari hal-hal yang dianggap membawa kesialan.

3. Menyelenggarakan Pernikahan atau Hajatan

Secara umum tidak ada larangan resmi untuk menggelar pesta maupun pernikahan pada bulan Suro. Namun dalam tradisi Jawa-Islam, bulan tersebut dipandang sebagai waktu yang sakral dan penuh penghormatan.

Atas dasar keyakinan tersebut, banyak keluarga memilih menunda hajatan besar, termasuk pernikahan, hingga bulan berikutnya.

4. Berbicara Keras dan Berisik

Suasana hening menjadi bagian penting dalam sejumlah tradisi Malam 1 Suro. Salah satunya terlihat dalam ritual Tapa Bisu yang dijalankan Keraton Yogyakarta.

Tradisi tersebut membuat sebagian masyarakat menghindari percakapan yang berlebihan, teriakan, maupun aktivitas yang menimbulkan keramaian sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang dianggap sakral.

5. Pindah atau Membangun Rumah

Pindahan rumah maupun memulai pembangunan rumah baru juga termasuk hal yang kerap dihindari pada Malam 1 Suro. Kepercayaan masyarakat menyebutkan aktivitas tersebut berpotensi mendatangkan nasib kurang baik.

Selain faktor kepercayaan, malam tersebut juga dipandang sebagai waktu yang lebih tepat untuk berdoa, melakukan introspeksi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan dibanding memulai kegiatan besar yang bersifat duniawi.