Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan sebesar 7,38% sepanjang periode perdagangan 8 hingga 12 Juni 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berhasil menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di posisi 6.007,656.

>>> Vinicius Junior Cetak Gol Spektakuler ke Gawang Maroko

Angka ini melesat dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di 5.594,765.

Kenaikan indeks komposit ini ditopang oleh performa sejumlah emiten berkapitalisasi besar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi pendorong paling kuat dengan kontribusi 79,63 poin terhadap IHSG.

Saham BBCA menguat 16,75% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar free float (MCFF) emiten perbankan swasta terbesar ini mencapai Rp274,6 triliun.

Di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan penguatan 9,38% dan menyumbang 28,17 poin.

Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) juga menjadi motor penggerak dengan kenaikan 17,5% dan kontribusi 24,26 poin.

Emiten lain yang masuk daftar top leaders adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melejit 35,25% (kontribusi 18,96 poin) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 13,65% (18,08 poin).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengalami apresiasi 4,01% dan menopang indeks sebesar 17,25 poin.

>>> Ekonomi Tumbuh 5,6% tapi Kelas Menengah Menyusut, Bank Dunia Soroti Kualitas Lapangan Kerja

Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 14,86% dengan sumbangan 12,38 poin.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memberikan dorongan 11,33 poin setelah harga sahamnya naik 10,9%.

Emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melonjak 41,76% dan menyumbang 11,27 poin.

Posisi terakhir ditempati oleh PT Ekamas Fortuna Tbk. (MORA) yang menguat 10,96% dan memberikan kontribusi 11,21 poin terhadap IHSG.

Pertumbuhan IHSG pekan ini diiringi lonjakan kapitalisasi pasar Bursa sebesar 7,31% menjadi Rp10.524 triliun, dari sebelumnya Rp9.807 triliun.

Aktivitas perdagangan harian menunjukkan pergerakan variatif.

Rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 4,14% menjadi 2,51 juta kali transaksi, sementara volume transaksi harian naik 7,46% menjadi 36,14 miliar lembar saham.

Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 7,07% menjadi Rp25,06 triliun. Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), investor asing mencatat aksi beli bersih Rp287,84 miliar.

>>> Ruben Onsu Tanggapi Unggahan Betrand Peto soal Konflik Keluarga

Meski demikian, sepanjang tahun berjalan 2026 investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp67,344 triliun.