Tim nasional sepak bola Iran menghadapi hambatan besar terkait visa, pembatasan logistik, dan masalah keamanan di Tijuana, Meksiko, menjelang laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru pada 15 Juni 2026.

Keterbatasan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat selaku salah satu tuan rumah. Skuad asuhan Amir Ghalenoei terpaksa memindahkan markas latihan dari Arizona ke Meksiko.

>>> Steve Clarke Waspadai Lini Serang Haiti Jelang Laga Grup C

Pemerintah AS menerapkan kontrol imigrasi ketat, sehingga 15 anggota Asosiasi Sepak Bola Iran, termasuk pejabat, wasit, dan penonton, tidak mendapatkan izin masuk demi alasan keamanan.

Penemuan Jenazah di Dekat Kamp Latihan

Tragedi lain membayangi persiapan tim berjuluk Team Melli ini. Kepolisian Meksiko menemukan sebuah jenazah yang diduga korban kekerasan di dalam bagasi mobil pada 12 Juni 2026.

Penemuan mengerikan di area parkir pusat perbelanjaan di Tijuana tersebut berjarak kurang dari 300 meter dari kamp latihan timnas Iran.

Kepala Delegasi Iran, Mahdi Mohammad Nabi, mengecam keras kelalaian FIFA yang dinilai gagal memenuhi janji untuk memfasilitasi pergerakan dan partisipasi seluruh anggota delegasi secara adil.

"Anggota kunci tim nasional masih belum mendapatkan solusi visa. Siapa yang bertanggung jawab?

Apakah kepatuhan terhadap aturan menjadi tanggung jawab tuan rumah?" kata Nabi kepada Reuters pada 11 Juni 2026.

Nabi menambahkan bahwa ia belum pernah melihat kurangnya koordinasi separah ini selama pengalamannya mendampingi tim nasional di edisi Piala Dunia sebelumnya.

Ia juga menuntut Presiden FIFA Gianni Infantino menepati janjinya.

>>> UFC Freedom 250 Digelar di Halaman Selatan Gedung Putih

Dukungan dari Warga Lokal Meksiko