Petarung asal Brasil, Alex Pereira, bersiap mencetak sejarah baru saat menghadapi Ciryl Gane pada ajang UFC Freedom 250 di halaman luar Gedung Putih, Washington D.

C. , Amerika Serikat, pada Minggu, 14 Juni 2026.

>>> John McGinn Geser Ryan Christie di Lini Tengah Skotlandia Hadapi Haiti

Pertemuan kedua petarung papan atas ini memperebutkan sabuk juara interim kelas berat sekaligus menjadi momentum penting bagi Pereira untuk memburu predikat sebagai petarung pertama yang mampu menguasai tiga divisi berbeda di UFC.

Dukungan dari Mantan Juara

Mantan juara kelas berat UFC, Junior dos Santos, menilai gaya agresif Pereira akan menyulitkan pergerakan mundur Gane.

"Saya pikir gaya Pereira akan mempersulit Gane. Alex selalu menyerang, memotong sudut, dan perlahan menghancurkan lawan.

Gane bergerak mundur dengan baik, tetapi begitu Pereira memotong sudut, mereka akan bertabrakan, dan Pereira memiliki keunggulan kekuatan knockout satu pukulan," ujar Dos Santos.

Pandangan lain disampaikan oleh Fabricio Werdum yang melihat celah kelemahan Gane pada pertarungan bawah, berkaca dari kekalahan Gane saat menghadapi Francis Ngannou dan Jon Jones.

"Saya melihat Pereira berlatih grappling dengan Glover Teixeira dan kemampuannya jelas meningkat. Menurut saya, ia harus mengekspos Gane seperti yang dilakukan Ngannou dan Jones.

Jika Pereira percaya pada jiu-jitsu-nya, ia bisa mengalahkan Gane. Selain tidak memiliki permainan bawah yang baik, Gane memiliki hati yang kecil," kata Werdum.

Pandangan Komentator dan Rival

Komentator senior Jon Anik memiliki parameter tersendiri terkait pencapaian Pereira. Ia menilai indikator utama kehebatan petarung terletak pada jumlah keberhasilan mempertahankan gelar juara.

>>> Hajime Moriyasu Coret Wataru Endo dari Skuad Piala Dunia Jepang