Tim nasional Brasil harus puas berbagi angka dengan Maroko setelah bermain imbang 1-1 pada pertandingan pertama Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Sabtu (13/6/2026).

Maroko unggul lebih dulu melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21, sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan lewat tendangannya pada menit ke-32.

>>> Arab Saudi Tuntut Pengguna Medsos yang Hina Negara Sahabat

Seusai laga, Vinicius Junior langsung mengevaluasi performa timnya. Ia menilai koordinasi permainan Brasil belum maksimal sehingga gagal meraih kemenangan.

Penyerang sayap Brasil itu menyoroti skema permainan lawan yang menumpuk pemain di lini pertahanan dan mengandalkan serangan balik cepat.

Situasi transisi tersebut menjadi penyebab utama gawang Brasil kebobolan pada babak pertama.

"Tentu kami harus lebih banyak menguasai bola, mengalirkannya dari satu sisi ke sisi lain," kata Vinicius Junior.

Ia menambahkan bahwa sering kali lawan akan bertahan dan memanfaatkan serangan balik, dan hari ini Brasil kebobolan dengan cara seperti itu.

Evaluasi ini dinilai penting karena pertandingan pembuka turnamen besar selalu menghadirkan tekanan mental yang lebih tinggi bagi para pemain.

"Sekarang saatnya bekerja karena pertandingan berikutnya sudah sangat dekat," ujar Vinicius Junior.

Mantan pemain Flamengo tersebut juga menegaskan bahwa atmosfer kompetisi level tertinggi seperti Piala Dunia tidak menyediakan pertandingan yang mudah.

"Pertandingan pertama di kompetisi ini, laga pembuka selalu sulit, kami harus berkembang dan terus meningkat," tuturnya.

>>> Transmart Full Day Sale Diskon Sepeda Listrik hingga 25 Persen

Faktor non-teknis seperti adaptasi cuaca dan kondisi infrastruktur lapangan juga memengaruhi aliran bola. "Ini adalah Piala Dunia, tidak akan ada pertandingan yang mudah," ucap Vinicius Junior.