Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi incaran utama investor asing dalam sepuluh pekan terakhir.

Emiten rokok ini mencatatkan aksi beli bersih (net buy) secara berturut-turut di Bursa Efek Indonesia.

>>> Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka TPPU Tambang Emas Ilegal, Tiga Sudah Ditahan

Pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, harga saham GGRM melemah tipis 0,33% ke posisi Rp 15.000.

Meski demikian, investor asing tetap membukukan net buy senilai Rp 1,62 miliar pada hari tersebut.

Sepanjang pekan 8–12 Juni 2026, total net buy asing pada saham GGRM mencapai Rp 27,36 miliar.

Aksi beli ini turut mendorong penguatan harga saham sebesar 2,74% dalam sepekan.

Akumulasi Beli Bersih Capai Rp 183,86 Miliar

Tren positif ini terdeteksi sejak minggu kedua April 2026.

>>> Piala Dunia 2026 Hadirkan Delapan Pasangan Saudara Kandung Unik

Tercatat, sejak 6 April hingga 12 Juni 2026, akumulasi net buy asing pada GGRM mencapai Rp 183,86 miliar.

Fenomena ini menarik karena dalam satu bulan terakhir harga saham Gudang Garam justru turun cukup dalam, yaitu 9,5%.

Namun, investor asing tetap agresif mengakumulasi saham.

Dari sisi valuasi, saham GGRM memiliki rasio price to book value (PBV) rendah, hanya 0,45 kali.

>>> Ruud Gullit Puji Suporter Kanada yang Rangkul Pemain Imigran

Nilai buku per lembar saham diperkirakan sekitar Rp 33.000, sementara price earning ratio (PER) berada di 9,65 kali (TTM).