Legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit, memberikan apresiasi kepada suporter Kanada atas dukungan penuh mereka terhadap tim nasional yang dihuni banyak pemain keturunan imigran.

Pujian itu disampaikan Gullit saat menjadi pengamat dalam siaran pertandingan antara Kanada melawan Bosnia dan Herzegovina pada Jumat malam.

>>> Marquinhos Optimistis Carlo Ancelotti Bawa Timnas Brasil Raih Juara Dunia

Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1.

Mantan pemain PSV dan AC Milan itu menyoroti komposisi skuad Kanada yang mayoritas pemainnya memiliki latar belakang imigran.

"Semua orang telah melihat bahwa lebih dari separuh tim Kanada berkulit hitam," ujar Gullit di BeIN Sports.

Menurut Gullit, para pemain tersebut datang ke Kanada karena berbagai alasan. Ia mengagumi sikap para pendukung sepak bola di Kanada yang menerima kehadiran mereka dengan tangan terbuka.

"Dan yang saya lihat adalah para penggemar benar-benar merangkul tim ini. Kami di Belanda juga mengalaminya.

Sekarang saya melihat negara-negara berkonflik dengan para migran dan hal-hal semacam itu," tutur Gullit.

>>> Microsoft Turunkan Harga Xbox Game Pass Usai Kehilangan Jutaan Pelanggan

Gullit mengaku situasi konflik terkait migran di berbagai negara membuatnya tidak nyaman. "Itu menyakitkan.

Saya merasa sebagai orang Belanda. Meskipun penampilan saya berbeda.

Ibu saya berkulit putih, tapi orang-orang melihat saya dan berpikir: dia berkulit hitam. Lalu Anda langsung diperlakukan berbeda," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Kanada memiliki sejarah panjang sebagai imigran, sehingga sikap ramah tersebut sangat tepat. "Itulah mengapa hal ini membuat saya sangat senang.

Saya melihat orang-orang benar-benar merangkul para migran. Orang Kanada sendiri tentu saja juga pernah menjadi migran.

>>> Taekwondo Indonesia Amankan Tiga Tiket ke Asian Games Nagoya 2026

Saya merasa senang dan bahagia bahwa mereka berhasil meraih satu poin," kata Gullit.