Microsoft kembali menurunkan tarif langganan Xbox Game Pass setelah kebijakan kenaikan harga sebelumnya membuat jutaan pengguna hengkang.

Langkah penyesuaian tarif ini diambil oleh CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, demi memulihkan pertumbuhan dan retensi pelanggan yang sempat merosot tajam.

>>> Taekwondo Indonesia Amankan Tiga Tiket ke Asian Games Nagoya 2026

Sebelumnya, Microsoft menaikkan harga Xbox Game Pass Ultimate sebesar 50 persen menjadi USD 29,99 dan PC Game Pass sebesar 40 persen menjadi USD 16,49 pada Oktober 2025.

Kebijakan itu memicu protes masif hingga situs resmi Microsoft sempat tumbang.

Chief Strategy Officer Xbox, Matthew Ball, mengonfirmasi dampak buruk dari kebijakan lama tersebut dalam wawancara di Summer Game Fest.

Ia menyebut "jutaan" pelanggan hilang hanya dalam beberapa bulan setelah pengumuman harga baru.

Strategi Pemulihan Manajemen Baru

Manajemen baru kemudian mengubah strategi dengan memotong tarif paket Ultimate menjadi USD 22,99.

>>> Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX

Namun, langkah ini harus mengorbankan ketersediaan game Call of Duty pada hari pertama rilis.

Melalui memo internal pada April lalu, Sharma mengambil keputusan tersebut demi menyelamatkan ekosistem layanan.

Ia mengakui bahwa tarif Game Pass sebelumnya telah menjadi terlalu mahal bagi komunitas gamer.

Langkah tegas Sharma juga meliputi pengembalian fokus pada game eksklusif konsol serta pembatalan proyek AI Gaming Copilot yang sempat dikritik.

Kritik sebelumnya datang dari pencipta konsol Xbox original, Seamus Blackley, yang meragukan latar belakang Sharma di industri game.

>>> KPK Periksa Iskandar Sitorus Terkait Dugaan Hambatan Kasus Bea Cukai

Kendati demikian, strategi pemulihan harga ini terbukti berhasil mengembalikan tren pertumbuhan positif jumlah pelanggan Xbox Game Pass pada Mei 2026.