BINAR bersama Microsoft menyelenggarakan Garuda AI Impact Summit 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Kamis (11/6/2026).

Mengusung tema “Empowering Responsible AI for Indonesian Citizen”, forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat ekosistem AI Indonesia melalui sinergi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.

>>> Kue Pumpuk Belitung, Sajian Tradisional yang Hangatkan Lebaran

Acara ini merupakan kelanjutan dari Regional AI Impact Summit di lima wilayah Indonesia yang menghasilkan berbagai masukan lapangan.

Masukan mengenai kesiapan talenta, kebutuhan tata kelola, serta tantangan adopsi AI di sektor publik hingga energi dikonsolidasikan ke dalam AI Policy Recommendation.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya, dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.

Hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh, serta Deputi IT Kementerian Investasi Siti Romaya.

Dari Microsoft, Caroline McGrath dan Dr. Jasmine Begum turut hadir.

Perwakilan industri dan akademisi meliputi Niki Luhur (VIDA), Andoko Wicaksono (PT Mineral Industri Indonesia), Andre Simangunsong (Bank Mandiri Institute), dan lainnya.

Founder dan CEO BINAR, Alamanda Shantika, mengatakan bahwa agenda ini merupakan wujud komitmen untuk memastikan transformasi AI berfokus pada peningkatan kapasitas manusia dan perubahan sistemik.

"Bagi BINAR, AI transformation tidak cukup hanya dimulai dari pengenalan tools.

>>> Dilema Memberi THR Saat Kondisi Keuangan Terbatas

Yang lebih penting adalah bagaimana manusia, organisasi, dan ekosistemnya siap menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata," ujar Alamanda.

Dalam sesi “AI for Everyone”, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa AI tidak boleh hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak.