House GOP Refers Jack Smith to Justice Department for Prosecution oleh Ketua Komite Kehakiman DPR Jim Jordan pada 22 Juli.

Langkah ini dilatarbelakangi oleh kesaksian mantan penasihat khusus tersebut pada Desember 2025.

>>> Ocean Casino Resort Menghentikan Operasi Setelah Kebakaran Pagi Hari

Perdebatan Mengenai Batasan Pertanyaan dan Catatan Telepon

Jack Smith menyatakan bahwa timnya hanya meminta catatan tol dan metadata panggilan dari para pembuat undang-undang.

Jordan menilai pernyataan itu menyesatkan karena tim tersebut kemudian memperoleh isi pesan teks dari 44 anggota Kongres.

Perolehan data tersebut didapat melalui panggilan subpoena Arsip Nasional yang menyasar catatan personel Gedung Putih.

Juru bicara Komite Kehakiman DPR, Stefanie Farrell, menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.

Pihak komite menganggap pernyataan tersebut menghalangi penyelidikan terhadap Departemen Kehakiman.

>>> Fase Koreksi IHSG Berlanjut, Simak Proyeksi dan Saham Pilihan

Tanggapan Tim Hukum dan Pakar Mengenai Hambatan Hukum

Mantan jaksa penuntut federal dan pakar hukum menilai rujukan tersebut menghadapi hambatan hukum yang sangat terjal.

Kyle Freeny menyebut surat rujukan itu sebagai sebuah rasa malu karena adanya ketidaksesuaian antara pertanyaan dan jawaban.

Gregory Rosen menambahkan bahwa beban pembuktian sepenuhnya berada di tangan para interogator kongres.

Pengacara Smith, Peter Koski dan Lanny Breuer, menolak klaim tersebut secara tegas melalui surat balasan.

Mereka menekankan bahwa jawaban klien mereka selama proses tertutup sudah akurat dan sesuai dengan pertanyaan.

Perwakilan Smith juga menyebut bahwa interpretasi komite menciptakan preseden berbahaya bagi setiap saksi.

>>> Terungkap Alasan John Herdman Pantau Timnas Indonesia dari Tribun VIP

Politisi Demokrat dari DPR, Jamie Raskin, turut mengkritik keras inisiatif dari pihak Republik tersebut.